<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4893775399302427728</id><updated>2011-11-28T07:48:39.813+07:00</updated><category term='Cacingan'/><category term='temu-temuan'/><category term='Lepra'/><category term='Amandel'/><category term='sauna'/><category term='Diare'/><category term='Cangkrang'/><category term='Sembelit'/><category term='Jerawat'/><category term='Usus buntu'/><category term='Kencing darah'/><category term='Syphilis'/><category term='Radang Lambung'/><category term='Pegagan'/><category term='Tifus'/><category term='Keseleo'/><category term='Liver'/><category term='Sakit Kepala'/><category term='Zingiberaceae'/><category term='ejakulasi prematur'/><category term='Ayan'/><category term='rimpang'/><category term='tips'/><category term='Memperlancar Haid'/><category term='lidah buaya'/><category term='Ambeien'/><category term='Difteri'/><category term='pinang'/><category term='manfaat jahe'/><category term='kencur'/><category term='Radang Anak Telinga'/><category term='Campak'/><category term='cengkeh'/><category term='Raja Singa'/><category term='Wasir'/><category term='Umbelliferae'/><category term='jahe'/><category term='Sakit Keputihan'/><category term='kolesterol'/><category term='Ifluenza'/><category term='gigi'/><category term='Sakit pinggang'/><category term='Influenza'/><category term='tanaman kaki kuda'/><category term='infrared sauna'/><category term='Susah BAB'/><category term='kunyit'/><category term='Liliaceae'/><category term='masuk angin'/><category term='tanaman obat keluarga'/><category term='Demam'/><category term='Bau Mulut'/><category term='Luka'/><category term='Kencing manis'/><category term='Eksem'/><category term='Bisul'/><category term='Mata'/><category term='Myrtaceae'/><category term='Berak lendir'/><category term='Batuk'/><category term='Anemia'/><category term='Infrared'/><category term='Morbili'/><category term='Disentri'/><category term='toga'/><category term='Kolera'/><category term='inframerah'/><category term='darah kotor'/><category term='Koreng'/><category term='Darah Tinggi'/><category term='Sakit maag'/><category term='Radang tenggorokan'/><category term='palmae'/><category term='Kudis'/><title type='text'>Tanaman Dan Obat</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://tanamandanobat.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4893775399302427728/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanamandanobat.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Abdul Rf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07625276739284326395</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_aWe1Uruo7Ns/SMTT7qUiTOI/AAAAAAAAAFo/S-X5shbewP8/S220/Me.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>8</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4893775399302427728.post-4963866174224516961</id><published>2009-05-02T14:32:00.002+07:00</published><updated>2009-05-02T14:35:50.332+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Batuk'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ifluenza'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisul'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pegagan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Liver'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Demam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wasir'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Umbelliferae'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tanaman kaki kuda'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ayan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Darah Tinggi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Campak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lepra'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Raja Singa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tifus'/><title type='text'>Kaki Kuda (Pegagan)</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Klasifikasi Ilmiah     &lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_aWe1Uruo7Ns/Sfv3Bp8Df9I/AAAAAAAAAgY/WeAH0Q_s_D0/s1600-h/pegagan%5B14%5D.jpg"&gt;&lt;img style="border-width: 0px; margin: 0px 5px 0px 0px; display: inline;" title="Pegagan Atau Tanaman Kaki Kuda" alt="Pegagan Atau Tanaman Kaki Kuda" src="http://lh5.ggpht.com/_aWe1Uruo7Ns/Sfv3Ckmrs_I/AAAAAAAAAgc/cE6SrJlZHHw/pegagan_thumb%5B11%5D.jpg?imgmax=800" align="left" border="0" height="92" width="130" /&gt;&lt;/a&gt; Famili: Umbelliferae    &lt;br /&gt;Nama Binomial: Centella asiatica (Linn) Urban    &lt;br /&gt;Sinonim : Hydrocotyle asiatica, Linn. Pasequinus, Rumph.    &lt;br /&gt;Nama Lain : &lt;br /&gt;Indonesia (Daun kaki kuda) Jawa (Pegagan, Gagan-gagan, Rendeng, Kerok batok, Calingan Rambat) Ujung Pandang (Pegaga) Sunda (Antanan gede, Antanan rambat) Bugis (Dau tungke) Madura (Kos tekosan) Halmahera (Kori-Kori) Tapanuli (Ampapaga) Papua (Dogauke) Inggris (Spadeleaf, pohekula) Cina (Beng da wan, han ke cao) Belanda (Indische Waternevel)&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Komposisi&lt;/strong&gt;    &lt;br /&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/_aWe1Uruo7Ns/Sfv3DbYvnHI/AAAAAAAAAgg/PBR_T2AjX4Y/s1600-h/centella-asiatica%5B4%5D.jpg"&gt;&lt;img style="border-width: 0px; margin: 0px 0px 0px 5px; display: inline;" title="centella-asiatica" alt="centella-asiatica" src="http://lh4.ggpht.com/_aWe1Uruo7Ns/Sfv3EBSs1aI/AAAAAAAAAgk/JYdGYmid32I/centella-asiatica_thumb%5B2%5D.jpg?imgmax=800" align="right" border="0" height="170" width="169" /&gt;&lt;/a&gt; Kaki kuda yang simplisianya dikenal dengan sebutan Centella Herba memiliki kandungan asiaticoside, thankuniside, isothankuniside, madecassoside, brahmoside, brahmic acid, brahminoside, madasiatic acid, meso-inositol, centelloside, carotenoids, hydrocotylin, vellarine (campuran damar dengan minyak terbang/atsiri), tanin, zat samak, mineral serta garam mineral seperti kalium, natrium, magnesium, kalsium dan besi. Diduga glikosida triterpenoida yang disebut asiaticoside merupakan antilepra (Morbus Hansen) dan penyembuh luka yang sangat luar biasa. Zat vellarine yang ada memberikan rasa pahit.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Deskripsi&lt;/strong&gt;    &lt;br /&gt;Tanaman kaki kuda (Centella asiatica L. Urb) secara turun temurun digunakan sebagai obat tradisional untuk berbagai jenis penyakit. Tanaman ini juga terkenal sebagai obat untuk revitalisasi tubuh dan pembuluh darah dan juga sebagai brain tonic atau obat antilupa bagi orang dewasa dan manula (manusia lanjut usia). Bahkan di beberapa negara tanaman ini sangat terkenal sebagai obat antilepra, kusta, antipiretik, diuretik, sedatif, anti radang dan menstimulasi penyembuhan luka.&lt;/p&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/_aWe1Uruo7Ns/Sfv3Ez6c-DI/AAAAAAAAAgo/9X67EIFby9E/s1600-h/Daun%20Pegagan%5B4%5D.jpg"&gt;&lt;img style="border-width: 0px; margin: 0px 5px 0px 0px; display: inline;" title="Daun Pegagan" alt="Daun Pegagan" src="http://lh5.ggpht.com/_aWe1Uruo7Ns/Sfv3FhmLQsI/AAAAAAAAAgs/kuKwcQBBbhM/Daun%20Pegagan_thumb%5B2%5D.jpg?imgmax=800" align="left" border="0" height="164" width="217" /&gt;&lt;/a&gt; Tanaman kaki kuda adalah tanaman liar yang banyak tumbuh di perkebunan, ladang, tepi jalan, serta pematang sawah. Tanaman ini berasal dari daerah Asia tropik, tersebar di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, India, Republik Rakyat Cina, Jepang dan Australia kemudian menyebar ke berbagai negara-negara lain.&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Tanaman kaki kuda merupakan tanaman herba tahunan yang tumbuh menjalar dan berbunga sepanjang tahun. Tanaman akan tumbuh subur bila tanah dan lingkungannya sesuai hingga dijadikan penutup tanah. Jenis pegagan yang banyak dijumpai adalah pegagan merah dan pegagan hijau. Pegagan merah dikenal juga dengan antanan kebun atau antanan batu karena banyak ditemukan di daerah bebatuan, kering dan terbuka. Pegagan merah tumbuh merambat dengan stolon (geragih) dan tidak mempunyai batang, tetapi mempunyai rhizoma (rimpang pendek). Sedangkan pegagan hijau sering banyak dijumpau di daerah pesawahan dan disela-sela rumput. Tempat yang disukai oleh pegagan hijau yaitu tempat agak lembab dan terbuka atau agak ternaungi. Selain itu, tanaman yang mirip pegagan atau antanan ada empat jenis yaitu antanan kembang, antanan beurit, antanan gunung dan antanan air. Di daerah Jawa Barat, tanaman kaki kuda kadang-kadang ditanam sebagai penutup tanah di perkebunan teh.&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Penyakit Yang Dapat Diobati&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;    &lt;div align="justify"&gt;     &lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="190"&gt;&lt;tbody&gt;         &lt;tr&gt;           &lt;td valign="top" width="95"&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/_aWe1Uruo7Ns/Sfv3GfCruYI/AAAAAAAAAgw/08JL-JayVPw/s1600-h/teh_herbal_daun_pegagan%5B3%5D.jpg"&gt;&lt;img style="border-width: 0px; display: inline;" title="teh_herbal_daun_pegagan" alt="teh_herbal_daun_pegagan" src="http://lh4.ggpht.com/_aWe1Uruo7Ns/Sfv3HOWEuyI/AAAAAAAAAg0/cG5A_oghX5M/teh_herbal_daun_pegagan_thumb%5B1%5D.jpg?imgmax=800" border="0" height="154" width="204" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/td&gt;            &lt;td valign="top" width="95"&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/_aWe1Uruo7Ns/Sfv3IHLulLI/AAAAAAAAAg4/dwTg2kFExYw/s1600-h/Kapsul%20Pegagan%5B10%5D.jpg"&gt;&lt;img style="border-width: 0px; display: inline;" title="Kapsul Pegagan" alt="Kapsul Pegagan" src="http://lh5.ggpht.com/_aWe1Uruo7Ns/Sfv3IwBi3zI/AAAAAAAAAg8/e-dVaqKPkiE/Kapsul%20Pegagan_thumb%5B4%5D.jpg?imgmax=800" border="0" height="154" width="176" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;       &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;   &lt;/div&gt;   &lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;    &lt;p align="justify"&gt;    &lt;br /&gt;Pegagan berasa manis, bersifat mendinginkan, memiliki fungsi membersihkan darah, melancarkan peredaran darah, peluruh kencing (diuretika), penurun panas (antipiretika), menghentikan pendarahan (haemostatika), meningkatkan syaraf memori, anti bakteri, tonik, antispasma, antiinflamasi, hipotensif, insektisida, antialergi dan stimulan. Saponin yang ada menghambat produksi jaringan bekas luka yang berlebihan (menghambat terjadinya keloid).&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Dalam sistem pengobatan ayurvedic di India, ini dibuat dalam bentuk sirup tanpa alkohol untuk pengobatan epilepsi. Selain itu, di Thailand, juga digunakan sebagai tonikum dan obat diare. Di Sri Lanka, tumbuhan ini banyak dimanfaatkan untuk meningkatkan pengeluaran air susu, sedangkan di Vietnam digunakan untuk mengatasi lemah badan karena usia lanjut (senility). Di Indonesia sendiri, tumbuhan ini, menurut Rumphius, digunakan untuk menyembuhkan luka, sakit perut, obat cacing, dan kencing batu. Menurut Kloppenburg, tumbuhan ini juga digunakan sebagai obat demam, pembersih darah, hemoroid, batuk kering, dan penyakit anak- anak hidung berdarah. Ridley juga menyatakan tumbuhan ini digunakan untuk obat kusta dan sipilis. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Manfaat pegagan lainnya yaitu meningkatkan sirkulasi darah pada lengan dan kaki; mencegah varises dan salah urat; meningkatkan daya ingat, mental dan stamina tubuh; serta menurunkan gejala stres dan depresi. Pegagan pada penelitian di RSU dr. Soetomo surabaya dapat dipakai untuk menurunkan tekanan darah, penurunan tidak drastis, jadi cocok untuk penderita usia lanjut. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Efek Samping&lt;/strong&gt;      &lt;br /&gt;Penderita yang alergi terhadap tanaman Apiaceae dapat mengalami dermatitis. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Pemanfaatan&lt;/strong&gt;      &lt;br /&gt;1. Tyfus      &lt;br /&gt;    Bahan: 1 genggam daun kaki kuda, ½ genggam daun jintan dan 5      &lt;br /&gt;    batang tapakliman.      &lt;br /&gt;    Cara membuat: semua bahan tersebut dicuci bersih dan dikukus      &lt;br /&gt;    untuk diambil airnya.      &lt;br /&gt;    Cara menggunakan: hasilnya ditambah dengan 1 sendok makan      &lt;br /&gt;    madu dan diminum. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;2. Busung     &lt;br /&gt;    Bahan: tumbuhan kaki kuda lengkap (akar, batang dan daunnya), 3      &lt;br /&gt;    batang alang-alang, 1 potong kulit kamboja.      &lt;br /&gt;    Cara membuat: semua bahan tersebut direbus dengan 3 gelas air      &lt;br /&gt;    sampai mendidih hingga tinggal  ½ gelas.      &lt;br /&gt;    Cara menggunakan: diminum 3 kali sehari 1 cangkir. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;3. Sakit Kepala     &lt;br /&gt;    Bahan: 1 genggam daun kaki kuda dan seujung sendok makan      &lt;br /&gt;    jintan.      &lt;br /&gt;    Cara membuat: kedua bahan tersebut direbus dengan 2 gelas air      &lt;br /&gt;    sampai mendidih hingga tinggal  ½ gelas.      &lt;br /&gt;    Cara menggunakan: disaring dan ditambah dengan 1 sendok makan      &lt;br /&gt;    madu, kemudian diminum. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;4. Influenza     &lt;br /&gt;    Bahan: 1 genggam daun kaki kuda.      &lt;br /&gt;    Cara membuat: ditumbuk halus (dipipis) untuk diambil airnya.      &lt;br /&gt;    Cara menggunakan: ditambah sedikit garam dan diminum. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;5. Keracunan jengkol     &lt;br /&gt;    Bahan: 10-15 daun kaki kuda.      &lt;br /&gt;    Cara membuat: direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih hingga      &lt;br /&gt;    tinggal 1 ½ gelas.      &lt;br /&gt;    Cara menggunakan: disaring dan diminum. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;6. Ayan     &lt;br /&gt;    Bahan: daun kaki kuda secukupnya yang sudah kering daun gula      &lt;br /&gt;    aren secukupnya.      &lt;br /&gt;    Cara membuat: daun kaki kuda ditumbuk halus kemudian diambil 1      &lt;br /&gt;    sendok dan dicampur dengan gula aren secukupnya. Kedua bahan      &lt;br /&gt;    tersebut disedu dengan 1 gelas air panas (masak).      &lt;br /&gt;    Cara menggunakan: disaring dan diminum; diulangi secara teratur.&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;7. Kencing keruh (akibat infeksi/batu sistem saluran kencing)     &lt;br /&gt;    30 gram pegagan segar direbus dengan air cucian beras dari bilasan      &lt;br /&gt;    kedua.&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;8. Susah kencing     &lt;br /&gt;    30 gram pegagan segar dilumatkan, tempel di pusar.&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;9. Demam     &lt;br /&gt;    Segenggam daun pegagan segar ditumbuk, kemudian ditambah      &lt;br /&gt;    sedikit air dan garam, saring. Diminum pagi-pagi sebelum makan. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;10. Darah tinggi     &lt;br /&gt;    20 lembar daun pegagan ditambah 3 gelas air, direbus sampai      &lt;br /&gt;    menjadi 3/4-nya.  Sehari diminum  3 x 3/4 gelas. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;11. Wasir     &lt;br /&gt;    4-5 batang pegagan berikut akar-akarnya direbus dengan 2 gelas air      &lt;br /&gt;    selama ± 5 menit.  Minum rebusan ini selama beberapa hari. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;12. Pembengkakan hati (liver)     &lt;br /&gt;    240 gram - 600 gram pegagan segar direbus, minum secara rutin. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;13. Campak     &lt;br /&gt;    60 -120 gram pegagan direbus, minum&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;14. Bisul     &lt;br /&gt;    30 gram - 60 gram pegagan segar direbus, diminum. Pegagan segar      &lt;br /&gt;    dicuci bersih, dilumatkan ditempelkan ke yang sakit.&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;15. Mata merah, bengkak     &lt;br /&gt;    Pegagan segar dicuci bersih, dilumatkan, diperas, airnya disaring.      &lt;br /&gt;    Teteskan ke mata yang sakit 3 - 4 kali sehari.&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;16. Batuk darah, muntah darah, mimisan     &lt;br /&gt;     60 - 90 gram pegagan segar direbus, atau diperas, airnya diminum.&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;17. Batuk kering     &lt;br /&gt;     segenggam penuh pegagan segar dilumatkan, peras. Ditambah air      &lt;br /&gt;     dan gula batu secukupnya. Minum.&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;18. Lepra     &lt;br /&gt;     3/4 genggam pegagan dicuci lalu direbus dengan 3 gelas air,      &lt;br /&gt;     sampai menjadi 3/4 -nya. Saring, diminum setelah dingin, sehari 3 x      &lt;br /&gt;     3/4 gelas.&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;19. Penambah nafsu makan     &lt;br /&gt;     1 genggam daun pegagan segar direbus dengan 2 gelas air sampai      &lt;br /&gt;     menjadi 1 gelas.  Minum sehari 1 gelas.&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;20. Teh daun pegagan  segar berkhasiat  :     &lt;br /&gt;     Pembangkit nafsu makan, menyegarkan badan, menenangkan,      &lt;br /&gt;     menurunkan panas, batuk kering, mengeluarkan cacing di perut,      &lt;br /&gt;     mimisan. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;21. Lalaban pegagan berkhasiat segar berkhasiat  :     &lt;br /&gt;     Membersihkan darah, terutama pada bisul, tukak berdarah.      &lt;br /&gt;     Memperbanyak empedu, sehingga memperbaiki gangguan      &lt;br /&gt;     pencernaan. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Raja Singa&lt;/strong&gt;      &lt;br /&gt;* Bahan :      &lt;br /&gt;Daun kaki kuda (Centella asiatica) ………… 30 gr.      &lt;br /&gt;Umbi gadung (Dioscorea hispida) ………….. 5 gr.      &lt;br /&gt;Temu ireng (Curcuma aeruginosa) …………... 10 gr &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;* Cara Pembuatan :     &lt;br /&gt;Daun kaki kuda dan umbi gadung ditumbuk halus.      &lt;br /&gt;Temu ireng diparut, diperas setelah ditambah air panas, tampung air perasannya hingga diperoleh 3 cangkir. Semua bahan dicampur jadi satu diaduk dan disaring. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;* Cara penggunaan :     &lt;br /&gt;Minum 3 kali sehari setiap hari. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;* Saran-saran :     &lt;br /&gt;Jangan makan pedas-pedas.      &lt;br /&gt;Jangan makan ikan laut, udang dan kepiting serta ikan asin.      &lt;br /&gt;Jangan minum minuman keras.      &lt;br /&gt;Banyak berjemur dan hindari tempat lembab.      &lt;br /&gt;Banyak makan sayuran : lobak, sawi, kol dan wortel.      &lt;br /&gt;Mandi dengan air hangat.&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Sumber&lt;/strong&gt;      &lt;br /&gt;- iptek.net.id      &lt;br /&gt;- wikipedia      &lt;br /&gt;- Penelusuran Buku Google      &lt;br /&gt;- Kompas (Small Crab)      &lt;br /&gt;- Ramuan Pusaka Prima Raga oleh : DS. Soewito M. (Obat Raja Singa)      &lt;br /&gt;- Artikel&lt;/p&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4893775399302427728-4963866174224516961?l=tanamandanobat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanamandanobat.blogspot.com/feeds/4963866174224516961/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4893775399302427728&amp;postID=4963866174224516961' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4893775399302427728/posts/default/4963866174224516961'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4893775399302427728/posts/default/4963866174224516961'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanamandanobat.blogspot.com/2009/05/kaki-kuda-pegagan.html' title='Kaki Kuda (Pegagan)'/><author><name>Abdul Rf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07625276739284326395</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_aWe1Uruo7Ns/SMTT7qUiTOI/AAAAAAAAAFo/S-X5shbewP8/S220/Me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh5.ggpht.com/_aWe1Uruo7Ns/Sfv3Ckmrs_I/AAAAAAAAAgc/cE6SrJlZHHw/s72-c/pegagan_thumb%5B11%5D.jpg?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4893775399302427728.post-4466395448575554876</id><published>2009-02-03T11:57:00.003+07:00</published><updated>2009-02-03T13:42:49.102+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berak lendir'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Eksem'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kencing manis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Morbili'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sakit maag'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Memperlancar Haid'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Luka'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sakit Keputihan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sembelit'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Usus buntu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Demam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Amandel'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cangkrang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kunyit'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Zingiberaceae'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tifus'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anemia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Disentri'/><title type='text'>Kunyit</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Klasifikasi Ilmiah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;em&gt;&lt;em&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_aWe1Uruo7Ns/SYfOR_06m4I/AAAAAAAAAWA/dW8w7ta6LbY/s1600-h/kunyitb%5B3%5D.jpg"&gt;&lt;img style="border-width: 0px; margin: 0px 5px 0px 0px; display: inline;" title="kunyitb" alt="kunyitb" src="http://lh4.ggpht.com/_aWe1Uruo7Ns/SYfOT28ljtI/AAAAAAAAAWE/EERWgesseIY/kunyitb_thumb%5B1%5D.jpg?imgmax=800" align="left" border="0" height="184" width="244" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;Kerajaan:     Plantae&lt;br /&gt;Divisio:     Magnoliophyta&lt;br /&gt;Kelas:     Liliopsida&lt;br /&gt;Subkelas:     Zingiberidae&lt;br /&gt;Ordo:     Zingiberales&lt;br /&gt;Familia:     Zingiberaceae&lt;br /&gt;Genus:     Curcuma&lt;br /&gt;Spesies:     C. longa&lt;br /&gt;Nama Jenis: Curcuma longa Linn.&lt;br /&gt;Sinonim: Curcuma domestica Val.; C. domestica Rumph.; C. longa Auct.; Amomum curcuma Murs.&lt;br /&gt;Nama Lokal: Saffron/Turmeric (Inggris), Kurkuma (Belanda), Kunyit (Indonesia dan Malaysia); Kunir (Jawa), Koneng (Sunda), Konyet (Madura)&lt;/em&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;strong&gt;Komposisi&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/_aWe1Uruo7Ns/SYfOUij0LTI/AAAAAAAAAWI/I46OsY7J53g/s1600-h/kunyit%5B8%5D.jpg"&gt;&lt;img style="border-width: 0px; display: block; float: none; margin-left: auto; margin-right: auto;" title="kunyit" alt="kunyit" src="http://lh4.ggpht.com/_aWe1Uruo7Ns/SYfOXeInUiI/AAAAAAAAAWM/a0hEgLQ6msY/kunyit_thumb%5B6%5D.jpg?imgmax=800" border="0" height="137" width="137" /&gt;&lt;/a&gt;KANDUNGAN KIMIA : Kunyit mengandung senyawa yang berkhasiat obat, yang disebut kurkuminoid yang terdiri dari kurkumin, desmetoksikumin dan bisdesmetoksikurkumin dan zat- zat manfaat lainnya Kandungan Zat : Kurkumin : R1 = R2 = OCH3 10 % Demetoksikurkumin : R1 = OCH3, R2 = H 1 - 5 % Bisdemetoksikurkumin: R1 = R2 = H sisanya Minyak asiri/Volatil oil (Keton sesquiterpen, turmeron, tumeon 60%, Zingiberen 25%, felandren, sabinen, borneol dan sineil ) Lemak 1 -3 %, Karbohidrat 3 %, Protein 30%, Pati 8%, Vitamin C 45-55%, Garam-garam Mineral (Zat besi, fosfor, dan kalsium) sisanya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;strong&gt;Deskripsi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Kunyit merupakan salah satu tanaman obat potensial. Selain sebagai bahan baku obat juga dipakai sebagai bumbu dapur dan zat pewarna alami.&lt;/em&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/_aWe1Uruo7Ns/SYfOZmMpdEI/AAAAAAAAAWQ/JD0CP-NIXfk/s1600-h/menghaluskan_kulit%5B3%5D.jpg"&gt;&lt;img style="border-width: 0px; margin: 0px 5px 0px 0px; display: inline;" title="menghaluskan_kulit" alt="menghaluskan_kulit" src="http://lh5.ggpht.com/_aWe1Uruo7Ns/SYfOgFTln9I/AAAAAAAAAWU/bFrjTyzuqjo/menghaluskan_kulit_thumb%5B1%5D.jpg?imgmax=800" align="left" border="0" height="185" width="244" /&gt;&lt;/a&gt; Kunyit atau kunir (Curcuma longa Linn. syn. Curcuma domestica Val.) termasuk salah satu tanaman rempah dan obat asli dari wilayah Asia Tenggara dan telah dikembangkan secara luas di Asia Selatan, Cina Selatan, Taiwan dan Filipina. Tanaman ini kemudian mengalami persebaran ke daerah Indo-Malaysia, Indonesia, Australia bahkan Afrika. Hampir setiap orang Indonesia dan India serta bangsa Asia umumnya pernah mengkonsumsi tanaman rempah ini, baik sebagai pelengkap bumbu masakan, jamu atau untuk menjaga kesehatan dan kecantikan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/_aWe1Uruo7Ns/SYfOiU2yYhI/AAAAAAAAAWY/vsQFS1WOhuE/s1600-h/kunir%5B3%5D.jpg"&gt;&lt;img style="border-width: 0px; margin: 0px 0px 0px 5px; display: inline;" title="kunir" alt="kunir" src="http://lh3.ggpht.com/_aWe1Uruo7Ns/SYfOkCbzZCI/AAAAAAAAAWc/0GUEdLZq9wA/kunir_thumb%5B1%5D.jpg?imgmax=800" align="right" border="0" height="244" width="171" /&gt;&lt;/a&gt; Tanaman tumbuh tegak mencapai tinggi 1,0 - 1,5 m. Memiliki batang semu yang dililit oleh pelepah-pelepah daun. Daun tanaman runcing dan licin dengan panjang sekitar 30 cm dan  lebar 8 cm. Bunga muncul dari batang semu dengan panjang sekitar 10 - 15 cm. Warna bunga putih atau putih bergaris hijau dan terkadang ujung bunga berwarna merah jambu. Bagian utama dari tanaman adalah rimpangnya yang berada di dalam tanah. Rimpang ini biasanya tumbuh menjalar dan rimpang induk biasanya berbentuk ellips. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/_aWe1Uruo7Ns/SYfOluuk0MI/AAAAAAAAAWg/N9SCcqFSLcI/s1600-h/KUNYIT3%5B4%5D.jpg"&gt;&lt;img style="border-width: 0px; margin: 0px 5px 0px 0px; display: inline;" title="KUNYIT3" alt="KUNYIT3" src="http://lh6.ggpht.com/_aWe1Uruo7Ns/SYfOrBT-ZjI/AAAAAAAAAWk/4o7CbKe-TJg/KUNYIT3_thumb%5B2%5D.jpg?imgmax=800" align="left" border="0" height="135" width="200" /&gt;&lt;/a&gt; Kunyit dapat tumbuh dengan baik pada ketingggian 0 - 1.200 m di atas permukaan laut. Adaptasi tanaman sangat baik pada iklim  panas sampai sedang dengan kelembaban tinggi. Tanah yang cocok untuk tanaman kunyit adalah tanah yang subur, gembur, mengandung banyak humus dan berdrainase baik. Untuk memperoleh pertumbuhan yang optimal, sebaiknya kunyit  memperoleh bulan basah  sekitar 4 - 6 bulan sebelum gugurnya daun. Untuk pembentukan rimpang sangat dibutuhkan cahaya matahari yang cukup. Kunyit biasanya di panen pada umur sekitar 9 - 10 bulan. Cara panen cukup mudah yaitu dengan menggali rimpang menggunakan garpu. Setelah digarpu, tanah disekitar rimpang dibersihkan dan rimpang dikumpulkan dalam karung. Biasanya hasil panen dapat mencapai 20 - 30 ton/ha rimpang segar. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Kunyit sejak dulu diyakini memiliki manfaat yang besar untuk kehidupan. Selain untuk bumbu dapur, kunyit juga mampu digunakan untuk obat tradisional baik menjaga kesehatan maupun kecantikan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;strong&gt;Penyakit Yang Dapat Diobati&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;kandungan utama kurkumin dan minyak atsiri, berfungsi untuk pengobatan hepatitis, antioksidan, gangguan pencernaan, anti mikroba (broad spectrum), anti kolesterol, anti HIV, anti tumor (menginduksi apostosis), menghambat perkembangan sel tumor payudara (hormone dependent and independent), menghambat ploriferasi sel tumor pada usus besar (dose-dependent), anti invasi, anti rheumatoid arthritis (rematik), mempunyai prospek yang cerah pada sektor industri hilir dalam berbagai bentuk (ekstrak, minyak, pati, makanan/minuman, kosmetika, produk farmasi dan IKOT/IOT). Diabetes melitus, Tifus, Usus buntu, Disentri, Sakit keputihan; Haid tidak lancar, Perut mulas saat haid, Memperlancar ASI; Amandel, Berak lendir, Morbili, Cangkrang (Waterproken). &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/_aWe1Uruo7Ns/SYfOtZL5v9I/AAAAAAAAAWo/XsLmMmnaJtc/s1600-h/wedang-jahe-kunyit%5B3%5D.jpg"&gt;&lt;img style="border-width: 0px; margin: 0px 5px 0px 0px; display: inline;" title="wedang-jahe-kunyit" alt="wedang-jahe-kunyit" src="http://lh4.ggpht.com/_aWe1Uruo7Ns/SYfOvRkziOI/AAAAAAAAAWs/CrX50w0k4dI/wedang-jahe-kunyit_thumb%5B1%5D.jpg?imgmax=800" align="left" border="0" height="244" width="164" /&gt;&lt;/a&gt; Pengobatan kunyit  untuk obat juga tidak sulit. Untuk mengatasi sariawan, bengkak dimulut atau radang tenggorokan, caranya kunyit diparut kemudian air perasannya ditambah sedikit garam dan diminum. Sementara parutan kunyit yg dicampur dengan asam kawak digunakan untuk mengobati kaki luka. Salep yg dibuat dari campuran kunyit dengan minyak kelapa banyak digunakan untuk menyembuhkan kaki yg bengkak dan untuk mengeluarkan cairan nanah. Kunyit yg diremas-remas dengan biji cengkeh  dan melati digunakan untuk obat radang hati dan penyakit kulit. Sementara akar kunyit yang diremas-remas digunakan untuk obat luar penyakit bengkak dan rematik. Sampai saat ini sudah banyak obat pabrikan yg memakai ekstrak kunyit sebagai bahan dasarnya dan diklaim efektif menyembuhkan penyakit tertentu. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;strong&gt;Efek Samping&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bila dipakai dengan takaran yang diusulkan, kurkuma dianggap aman. Beberapa ahli menganjurkan agar kurkuma tidak dipakai dengan takaran tinggi oleh perempuan hamil, karena dapat menimbulkan masalah rahim. Orang dengan batu empedu (cairan yang dihasilkan hati untuk mencerna lemak) atau hambatan pada saluran empedu sebaiknya bicara dengan dokter sebelum memakai kurkuma. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;strong&gt;Pemanfaatan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Diabetes mellitus   &lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;Bahan: 3 rimpang kunyit, 1/2 sendok the garam&lt;br /&gt;Cara membuat: kedua bahan tersebut direbus dengan 1 liter air sampai mendidih, kemudian disaring.&lt;br /&gt;Cara menggunakan: diminum 2 kali seminggu 1/2 gelas.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Tifus&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;Bahan: 2 rimpang kunyit, 1 bonggol sere, 1 lembar daun sambiloto&lt;br /&gt;Cara membuat: Semua bahan tersebut ditumbuk halus dan dipipis, kemudian ditambah 1 gelas air masak yang masih hangat, dan di saring.&lt;br /&gt;Cara mengunakan: diminum, dan dilakukan selama 1 minggu berturut-turut. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Usus buntu&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bahan: 1 rimpang kunyit, 1 butir buah jeruk nipis, 1 potong gula kelapa/aren. Garam secukupnya.&lt;br /&gt;Cara membuat: Kunyit diparut dan jeruk nipis diperas, kemudian dicampur dengan bahan yang lain dan disedu dengan 1 gelas air panas, kemudian disaring.&lt;br /&gt;Cara menggunakan:diminum setiap pagi setelah makan, secara teratur. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Disentri   &lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;Bahan: 1-2 rimpang kunyit, gambir dan kapur sirih secukupnya&lt;br /&gt;Cara membuat: semua bahan tersebut direbus dengan 2 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas kemudian disaring.&lt;br /&gt;Cara menggunakan:diminum dan diulangi sampai sembuh. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Sakit Keputihan   &lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;Bahan: 2 rimpang kunyit, 1 genggam daun beluntas, 1 gagang buah asam, 1 potong gula kelapa/aren&lt;br /&gt;Cara membuat: semua bahan tersebut direbus dengan 1 liter air sampai mendidih, kemudian di saring.&lt;br /&gt;Cara menggunakan:diminum 1 gelas sehari. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Haid tidak lancar   &lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;Bahan: 2 rimpang kunyit, 1/2 sendok Teh ketumbar, 1/2 sendok Teh biji pala, 1/2 genggam daun srigading.&lt;br /&gt;Cara membuat: semua bahan tersebut ditumbuk halus kemudian direbus dengan 1 liter air sampai mendidih, kemudian disaring&lt;br /&gt;Cara menggunakan:diminum 1 gelas sehari. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Perut mulas pada saat haid   &lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;Bahan: 1 rimpang kunyit sebesar 4 cm, 1 rimpang jahe sebesar 4 cm, 1/2 rimpang kencur sebesar 4 cm&lt;br /&gt;Cara membuat: semua bahan tersebut dicuci bersih dan diparut untuk diambil airnya, kemudian di tambah dengan perasan jeruk nipis, diseduh dengan 1/2 gelas air panas dan disaring.&lt;br /&gt;Cara menggunakan:ditambah garam dan gula secukupnya dan diminum pada hari pertama haid. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Memperlancar ASI   &lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;Bahan: 1 rimpang kunyit&lt;br /&gt;Cara membuat: kunyit ditumbuk sampai halus&lt;br /&gt;Cara menggunakan: dioleskan sebagai kompres diseputar buah dada 1 kali setiap 2 hari. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Cangkrang (Waterproken)   &lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;Bahan: 2 rimpang kunyit, 1 genggam daun eceng,&lt;br /&gt;Cara Membuat: semua bahan tersebut ditumbuk sampai halus&lt;br /&gt;Cara menggunakan: dioleskan pada bagian yang kena cangkrang. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Amandel   &lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;Bahan: 1 rimpang kunyit, 1 butir jeruk nipis, 2 sendok madu&lt;br /&gt;Cara membuat: Kunyit diparut, jeruk diperas untuk diambil airnya, kemudian dicampur dengan madu dan 1/2 gelas air hangat, diaduk sampai merata dan disaring&lt;br /&gt;Cara menggunakan:diminum secara rutin 2 hari sekali. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Berak lendir   &lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;Bahan: 1 rimpang kunyit, 1 potong gambir, 1/4  sendok makan kapur sirih&lt;br /&gt;Cara membuat: semua bahan tersebut direbus bersama dengan 2 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas dan disaring.&lt;br /&gt;Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari 1/2 gelas, pagi dan sore. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Morbili&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bahan: 1 rimpang kunyit dan 1 rimpang dringo bengle&lt;br /&gt;Cara membuat: kedua bahan tersebut ditumbuk bersama sampai halus&lt;br /&gt;Cara menggunakan:dioleskan pada seluruh badan sebagai bedak&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Sakit maag&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bahan: 1 rimpang kunyit&lt;br /&gt;Cara membuat: kunyit dicuci, parut, beri sedikit air, peras.&lt;br /&gt;Cara menggunakan: Minum 2 kali sehari, pagi sebelum makan dan malam sebelum tidur. &lt;/p&gt;    &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Demam&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bahan: 1 rimpang kunyit, 1 sendok makan madu asli, kuning telur ayam kampung&lt;br /&gt;Cara membuat: kunyit dicuci, parut, beri sedikit air, peras. Beri sesendok makan madu asli dan kuning telur ayam kampung. Dikocok sampai mencampur.&lt;br /&gt;Cara menggunakan: minum sekaligus. &lt;/p&gt;    &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Sembelit&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bahan: 1 rimpang kunyit, satu genggam daun asam/air asam jawa&lt;br /&gt;Cara membuat: kunyit dicuci, dilumatkan, direbus dengan segelas air, tambahkan segenggam daun asam segar (boleh diganti air asam jawa), didihkan, biarkan 5 menit, disaring.&lt;br /&gt;Cara menggunakan: Minum sekaligus sekali sehari. &lt;/p&gt;    &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Eksem&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bahan: 1 rimpang kunyit yang sudah tua, 1 sendok air kapur sirih, jeruk nipis secukupnya&lt;br /&gt;Cara membuat: kunyit dicuci, diparut, tambahkan sesendok air kapur sirih dan beberapa tetes air jeruk nipis.&lt;br /&gt;Cara menggunakan: oleskan ke bagian tubuh yang eksem. &lt;/p&gt;    &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Borok/luka&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bahan: 1 helai daun kunyit, minyak kelapa&lt;br /&gt;Cara membuat: olesi kunyit dengan minyak kelapa, panggang, tunggu sampai agak dingin.&lt;br /&gt;Cara menggunakan: tempelkan pada luka. &lt;/p&gt;    &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Anemia&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bahan: 1 telunjuk kunyit, telur ayam kampung, sedikit madu.&lt;br /&gt;Cara membuat: kunyit dicuci, parut, beri air sedikit, peras. Telur ayam kampung dikocok, beri perasan kunyit dan sedikit madu.&lt;br /&gt;Cara menggunakan: Minum 2 kali sehari.&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;strong&gt;Sumber&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;- iptek.net.id &lt;br /&gt;- wikipedia  &lt;br /&gt;- deptan  &lt;br /&gt;- Yayasan Spiritia  &lt;br /&gt;- togakita  &lt;br /&gt;- artikel&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4893775399302427728-4466395448575554876?l=tanamandanobat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanamandanobat.blogspot.com/feeds/4466395448575554876/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4893775399302427728&amp;postID=4466395448575554876' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4893775399302427728/posts/default/4466395448575554876'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4893775399302427728/posts/default/4466395448575554876'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanamandanobat.blogspot.com/2009/02/kunyit.html' title='Kunyit'/><author><name>Abdul Rf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07625276739284326395</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_aWe1Uruo7Ns/SMTT7qUiTOI/AAAAAAAAAFo/S-X5shbewP8/S220/Me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh4.ggpht.com/_aWe1Uruo7Ns/SYfOT28ljtI/AAAAAAAAAWE/EERWgesseIY/s72-c/kunyitb_thumb%5B1%5D.jpg?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4893775399302427728.post-4351468308963438836</id><published>2009-01-13T16:29:00.001+07:00</published><updated>2009-01-13T17:09:30.890+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Infrared'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sauna'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='inframerah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tips'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='infrared sauna'/><title type='text'>Be Healthy With The Infrared Sauna</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;font face="Verdana"&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/_aWe1Uruo7Ns/SWxegMyeMMI/AAAAAAAAAUw/wHWlyKlzsqQ/s1600-h/woman_in_stress%5B5%5D.jpg"&gt;&lt;img title="woman_in_stress" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin: 0px 5px 0px 0px; border-right-width: 0px" height="144" alt="woman_in_stress" src="http://lh4.ggpht.com/_aWe1Uruo7Ns/SWxejomBLVI/AAAAAAAAAU0/T5oGVYhTMc4/woman_in_stress_thumb%5B3%5D.jpg?imgmax=800" width="96" align="left" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; These days people become more and more aware about the health and beauty of the human body. Trying different methods we often come to the conclusion that procedures our predecessors used are the healthiest and most useful. The &lt;a href="http://www.eastcoastsaunas.com/" target="_blank"&gt;infrared sauna&lt;/a&gt; its health improvement role and health benefits are enormous. &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font face="Verdana"&gt;An &lt;a href="http://www.eastcoastsaunas.com/" target="_blank"&gt;infrared sauna&lt;/a&gt; is a &lt;a href="http://www.eastcoastsaunas.com/" target="_blank"&gt;sauna&lt;/a&gt; that heats its occupants with heaters (using materials such as charcoal, ceramics, and active carbon fibers) that emit far infrared radiant heat. Unlike traditional Finnish Saunas, infrared saunas do not use steam, (which heats the air, and thereby the user) but instead use infrared radiation to directly heat the user. &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_aWe1Uruo7Ns/SWxemkNm9gI/AAAAAAAAAU4/_YKYj6DZuiU/s1600-h/glass-doors%5B3%5D.jpg"&gt;&lt;img title="glass-doors" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="150" alt="glass-doors" src="http://lh5.ggpht.com/_aWe1Uruo7Ns/SWxeofvfqUI/AAAAAAAAAU8/oVuRcb8TgXA/glass-doors_thumb%5B1%5D.jpg?imgmax=800" width="113" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://lh3.ggpht.com/_aWe1Uruo7Ns/SWxeqY3ReWI/AAAAAAAAAVA/7KFVkz77ZtY/s1600-h/leg-back%5B3%5D.jpg"&gt;&lt;img title="leg-back" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="150" alt="leg-back" src="http://lh6.ggpht.com/_aWe1Uruo7Ns/SWxerzEK1cI/AAAAAAAAAVE/49CI5sJU9N4/leg-back_thumb%5B1%5D.jpg?imgmax=800" width="114" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://lh3.ggpht.com/_aWe1Uruo7Ns/SWxes_mHykI/AAAAAAAAAVI/kNnFxdCeUBk/s1600-h/soft-touch-controls%5B3%5D.jpg"&gt;&lt;img title="soft-touch-controls" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="150" alt="soft-touch-controls" src="http://lh3.ggpht.com/_aWe1Uruo7Ns/SWxeutzEZhI/AAAAAAAAAVM/PvF45sdyVcQ/soft-touch-controls_thumb%5B1%5D.jpg?imgmax=800" width="99" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font face="Verdana"&gt;An &lt;a href="http://www.eastcoastsaunas.com/" target="_blank"&gt;infrared sauna&lt;/a&gt; is usually a wooden box, or small wooden room, containing several infrared heaters. In a warm environment, an infrared sauna could be open air and still heat the users in the same manner, since the heaters don't rely on the air being hot, but only hot enough such that the body doesn't cool down without sweating. All the same, normally the units are contained in a room, allowing the air to heat and in effect simulating the feel of a traditional sauna. In other words, the sauna box creates the atmosphere of the sauna while the heaters provide the actual infrared therapy. &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font face="Verdana"&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/_aWe1Uruo7Ns/SWxewpeHxgI/AAAAAAAAAVQ/fBX081IzayM/s1600-h/newport%5B8%5D.jpg"&gt;&lt;img title="newport" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="202" alt="newport" src="http://lh6.ggpht.com/_aWe1Uruo7Ns/SWxeyOJFXgI/AAAAAAAAAVU/EOfGdmgoaRw/newport_thumb%5B4%5D.jpg?imgmax=800" width="210" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&amp;#160; &lt;a href="http://lh4.ggpht.com/_aWe1Uruo7Ns/SWxe05jYMYI/AAAAAAAAAVY/vxjnh8sHwYs/s1600-h/ez-lean%5B5%5D.jpg"&gt;&lt;img title="ez-lean" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="202" alt="ez-lean" src="http://lh5.ggpht.com/_aWe1Uruo7Ns/SWxe48YVnQI/AAAAAAAAAVc/hXP94l6po0c/ez-lean_thumb%5B3%5D.jpg?imgmax=800" width="103" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font face="Verdana"&gt;As the skin is the largest organ of the body and a major eliminative channel it’s a pity but in most people, it is inactive, congested and toxic. For example such factors as sun exposure, use of synthetic clothing, bathing in chlorinated water and exposure to hundreds of chemicals as a result the skin is heavily damaged. &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font face="Verdana"&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/_aWe1Uruo7Ns/SWxoSopPHkI/AAAAAAAAAVo/MOFD8hoT9vQ/s1600-h/perspirations%5B8%5D.jpg"&gt;&lt;img title="perspirations" style="border-right: 0px; border-top: 0px; display: inline; margin: 0px 5px 0px 0px; border-left: 0px; border-bottom: 0px" height="128" alt="perspirations" src="http://lh4.ggpht.com/_aWe1Uruo7Ns/SWxoUNEHMYI/AAAAAAAAAVs/Z3pfy7Y6j7U/perspirations_thumb%5B6%5D.jpg?imgmax=800" width="108" align="left" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Also taking in consideration that excessive sympathetic nervous system activity and emotions such as fear, anger and guilt cause blood to be withdrawn from the skin, contributing to inactivity of the skin. All these sound rather depressing, but fortunately we can restore our state of mind and body by means of &lt;a href="http://www.eastcoastsaunas.com/" target="_blank"&gt;infrared saunas&lt;/a&gt; as they provide many of the benefits including enhanced circulation and oxidation of the tissues. Visiting infrared saunas regularly can help lower elevated blood pressure and improve the elasticity of the arteries. &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font face="Verdana"&gt;Don’t forget that &lt;a href="http://www.eastcoastsaunas.com/" target="_blank"&gt;infrared saunas&lt;/a&gt; are also most helpful for pain&lt;font face="Verdana"&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/_aWe1Uruo7Ns/SWxoU0pEmUI/AAAAAAAAAVw/Dd-6n81nbPU/s1600-h/weightloss%5B9%5D.jpg"&gt;&lt;img title="girl loss weight" style="border-right: 0px; border-top: 0px; display: inline; margin: 0px 0px 0px 5px; border-left: 0px; border-bottom: 0px" height="167" alt="girl loss weight" src="http://lh5.ggpht.com/_aWe1Uruo7Ns/SWxoWfLnuxI/AAAAAAAAAV0/xyMxgM9FzQY/weightloss_thumb%5B7%5D.jpg?imgmax=800" width="115" align="right" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/font&gt; relief, weight loss, increases extensibility of collagen tissue, menopausal symptoms, detoxification of the body, stress relief, and many more. The sweating process while in the sauna gently and safely helps eliminate all heavy metals and toxic chemicals. As lots of medical professors state that bio-accumulated toxic load in the human body is responsible for all disease not attributable to bacteria or virus.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/_aWe1Uruo7Ns/SWxe7JEbyEI/AAAAAAAAAVg/atM2Z4EmRLA/s1600-h/bottom%5B7%5D.jpg"&gt;&lt;img title="bottom" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="136" alt="bottom" src="http://lh4.ggpht.com/_aWe1Uruo7Ns/SWxe-NFrhFI/AAAAAAAAAVk/53p4Lf2vW3E/bottom_thumb%5B5%5D.jpg?imgmax=800" width="396" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4893775399302427728-4351468308963438836?l=tanamandanobat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanamandanobat.blogspot.com/feeds/4351468308963438836/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4893775399302427728&amp;postID=4351468308963438836' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4893775399302427728/posts/default/4351468308963438836'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4893775399302427728/posts/default/4351468308963438836'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanamandanobat.blogspot.com/2009/01/be-healthy-with-infrared-sauna.html' title='Be Healthy With The Infrared Sauna'/><author><name>Abdul Rf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07625276739284326395</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_aWe1Uruo7Ns/SMTT7qUiTOI/AAAAAAAAAFo/S-X5shbewP8/S220/Me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh4.ggpht.com/_aWe1Uruo7Ns/SWxejomBLVI/AAAAAAAAAU0/T5oGVYhTMc4/s72-c/woman_in_stress_thumb%5B3%5D.jpg?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4893775399302427728.post-6632181949193252579</id><published>2008-12-19T18:28:00.002+07:00</published><updated>2009-02-03T13:08:24.786+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kolera'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='toga'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Myrtaceae'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bau Mulut'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cengkeh'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tanaman obat keluarga'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Campak'/><title type='text'>Cengkeh</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_aWe1Uruo7Ns/SUuFQxZmaTI/AAAAAAAAAUY/PF3BFEDRldY/s1600-h/clove.130194458_std%5B4%5D.jpg"&gt;&lt;img title="clove.130194458_std" style="border-width: 0px; margin: 0px 5px 0px 0px; display: inline;" alt="clove.130194458_std" src="http://lh5.ggpht.com/_aWe1Uruo7Ns/SUuFR6cKx-I/AAAAAAAAAUc/-EenhQRymdI/clove.130194458_std_thumb%5B2%5D.jpg?imgmax=800" align="left" border="0" height="177" width="177" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;strong&gt;Cengkeh&lt;/strong&gt; (&lt;em&gt;Syzygium aromaticum, syn. Eugenia aromaticum&lt;/em&gt;), termasuk jenis tumbuhan perdu yang dapat memiliki batang pohon besar dan berkayu keras. Pohon cengkeh merupakan tanaman yang mampu bertahan hidup puluhan bahkan sampai ratusan tahun dengan ketinggian yang dapat mencapai 20-30 meter. Termasuk dalam keluarga &lt;em&gt;Myrtaceae&lt;/em&gt;, pohon cengkeh pada umumnya memiliki cabang-cabang yang cukup lebat dan panjang, dipenuhi ranting-ranting kecil yang mudah patah. Memiliki mahkota atau juga lazim disebut tajuk pohon cengkeh berbentuk kerucut. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/_aWe1Uruo7Ns/SUuFTbdHEGI/AAAAAAAAAUg/aSpFvA8YvSw/s1600-h/TanCengkeh%5B5%5D.jpg"&gt;&lt;img title="TanCengkeh" style="border-width: 0px; margin: 0px 0px 0px 5px; display: inline;" alt="TanCengkeh" src="http://lh4.ggpht.com/_aWe1Uruo7Ns/SUuFUFrw3xI/AAAAAAAAAUk/NPm8bdJ5peY/TanCengkeh_thumb%5B3%5D.jpg?imgmax=800" align="right" border="0" height="174" width="207" /&gt;&lt;/a&gt; Daun cengkeh berwarna hijau berbentuk bulat telur memanjang dengan bagian ujung dan pangkalnya menyudut, rata-rata mempunyai ukuran lebar berkisar 2-3 cm dan panjang daun tanpa tangkai berkisar 7,5-12,5 cm. Bunga dan buah cengkeh akan muncul pada ujung ranting daun dengan tangkai pendek serta bertandan. Pada saat masih muda bunga cengkeh berwarna keungu-unguan, kemudian berubah menjadi kuning kehijau-hijauan dan berubah lagi menjadi merah muda apabila sudah tua. Sedang bunga cengkeh kelihatan berwarna coklat kehitaman dan berasa pedas sebab mengandung minyak atsiri. Umumnya cengkeh pertama kali berbuah pada umur 4-7 tahun. Cengkeh akan dipanen jika sudah mencapai panjang 1,5-2 cm. Tumbuhan cengkeh akan tumbuh dengan baik apabila cukup air dan mendapat sinar matahari langsung. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Cengkeh adalah tanaman asli Indonesia, banyak digunakan sebagai bumbu masakan pedas di negara-negara Eropa, dan sebagai bahan utama rokok kretek khas Indonesia. Cengkeh ditanam terutama di Indonesia (Kepulauan Banda) dan Madagaskar, juga tumbuh subur di Zanzibar, India, dan Sri Lanka. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Tumbuhan ini adalah flora identitas Provinsi Maluku Utara. &lt;/p&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Nama Lokal&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Cengkeh (Jawa, Sunda), Wunga Lawang (Bali), Cangkih (Lampung), Sake (Nias), Bungeu lawang (Gayo), Cengke (Bugis), Sinke (Flores), Canke (Ujung Pandang), Gomode (Halmahera, Tidore). Clove (Inggris) &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Klasifikasi ilmiah&lt;/strong&gt; &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Kerajaan: Plantae     &lt;br /&gt;Filum: Magnoliophyta      &lt;br /&gt;Kelas: Magnoliopsida      &lt;br /&gt;Ordo: Myrtales      &lt;br /&gt;Familia: Myrtaceae      &lt;br /&gt;Genus: Syzygium      &lt;br /&gt;Spesies: S. aromaticum &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Kandungan Aktif Dalam Buah Cengkeh&lt;/strong&gt; &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_aWe1Uruo7Ns/SUuFVPolcGI/AAAAAAAAAUo/fRnk9soPT8I/s1600-h/cengkeh%5B13%5D.jpg"&gt;&lt;img title="cengkeh" style="border-width: 0px; margin: 0px 5px 0px 0px; display: inline;" alt="cengkeh" src="http://lh6.ggpht.com/_aWe1Uruo7Ns/SUuFV3brc2I/AAAAAAAAAUs/jKN_XChqz0s/cengkeh_thumb%5B11%5D.jpg?imgmax=800" align="left" border="0" height="143" width="244" /&gt;&lt;/a&gt; Bunga cengkeh (Syzygium aromaticum) selain mengandung minyak atsiri, juga mengandung senyawa kimia yang disebut eugenol, asam oleanolat, asam galotanat, fenilin, karyofilin, resin dan gom. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Pemanfaatan&lt;/strong&gt; &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;1. Kolera  dan menambah Denyut Jantung &lt;br /&gt;Bahan: Bunga cengkeh yang sudah kering &lt;br /&gt;Cara menggunakan: dikunyah disesap airnya, dilakukan setiap hari. Minyak cengkeh dapat memperkuat lendir usus dan lambung serta menambah jumlah darah putih. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;2.  Campak     &lt;br /&gt;Bahan: 10 Biji bunga cengkeh dan gula batu      &lt;br /&gt;Cara membuat: bunga cengkeh direndam air masak semalam kemudian ditambah dengan gula batu dan diaduk sampai merata. &lt;br /&gt;Cara menggunakan : diminum sedikit demi sedikit &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;3. Menghitamkan alis mata     &lt;br /&gt;Bahan: 5-7 biji bunga cengkeh kering dan minyak kemiri.      &lt;br /&gt;Cara membuat: bunga cengkeh dibakar sampai hangus, kemudian ditumbuk sampai halus dan ditambah dengan minyak kemiri secukupnya.      &lt;br /&gt;Cara menggunakan: dioleskan pada alis mata setiap sore hari. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;4. Menghilangkan bau mulut     &lt;br /&gt;Ambil 2 - 3 bunga cengkeh, panaskan dengan air secukupnya kurang  lebih selama lima menit, lalu didinginkan. Air rebusan tersebut digunakan sebagai obat kumur beberapa kali sehari. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;Sources       &lt;br /&gt;* iptek.net.id        &lt;br /&gt;* Artikel&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4893775399302427728-6632181949193252579?l=tanamandanobat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanamandanobat.blogspot.com/feeds/6632181949193252579/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4893775399302427728&amp;postID=6632181949193252579' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4893775399302427728/posts/default/6632181949193252579'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4893775399302427728/posts/default/6632181949193252579'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanamandanobat.blogspot.com/2008/12/cengkeh.html' title='Cengkeh'/><author><name>Abdul Rf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07625276739284326395</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_aWe1Uruo7Ns/SMTT7qUiTOI/AAAAAAAAAFo/S-X5shbewP8/S220/Me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh5.ggpht.com/_aWe1Uruo7Ns/SUuFR6cKx-I/AAAAAAAAAUc/-EenhQRymdI/s72-c/clove.130194458_std_thumb%5B2%5D.jpg?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4893775399302427728.post-8573181212163974128</id><published>2008-12-12T15:35:00.012+07:00</published><updated>2009-02-03T13:06:28.104+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Batuk'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kencing manis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Luka'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisul'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lidah buaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Radang tenggorokan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Syphilis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cacingan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sembelit'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tanaman obat keluarga'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jerawat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Liliaceae'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kencing darah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Susah BAB'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wasir'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='toga'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ambeien'/><title type='text'>Lidah Buaya</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_aWe1Uruo7Ns/SUI0SFMxvcI/AAAAAAAAASU/98bOZQYH8BI/s1600-h/lidahbuayaa.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 160px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_aWe1Uruo7Ns/SUI0SFMxvcI/AAAAAAAAASU/98bOZQYH8BI/s400/lidahbuayaa.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5278839198469701058" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_aWe1Uruo7Ns/SUI01aVLfkI/AAAAAAAAASc/w-XNH9RuYv8/s1600-h/LidahBuaya.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 225px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_aWe1Uruo7Ns/SUI01aVLfkI/AAAAAAAAASc/w-XNH9RuYv8/s400/LidahBuaya.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5278839805437509186" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Prakata&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lidah Buaya (Aloe vera; Latin: Aloe barbadensis Milleer; Inggris: Crocodiles tongues; Malaysia: Jadam, Spanyol: Salvila, Cina: Lu hui) adalah sejenis tumbuhan yang sudah dikenal sejak ribuan tahun silam dan digunakan sebagai penyubur rambut, penyembuh luka, dan untuk perawatan kulit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut beberapa sumber, lidah buaya (Aloe vera L) pertama kali ditemukan pada tahun 1500 SM. Karena sifatnya yang mudah tumbuh, hanya dengan media tanah berhumus campur pasir serta drainase yang baik dan sinar matahari yang cukup, tumbuhan ini bisa tersebar diseluruh belahan bumi, mulai dari benua Afrika yang kering dan tandus hingga daratan Asia yang beriklim tropis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tumbuhan dari suku Liliaceae ini memang sudah dimanfaatkan manusia sejak dulu. Beberapa bukti sejarah menyebutkan, bangsa Arab, Yunani, Romawi, India dan Cina telah menggunakan sebagai bahan baku obat aneka penyakit. Konon Cleopatra sudah memanfaatkan tumbuhan ini untuk merawat kecantikanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, pemanfaatan Lidah Buaya berkembang sebagai bahan baku industri farmasi dan kosmetika, serta sebagai bahan makanan dan minuman kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum, Lidah Buaya merupakan satu dari 10 jenis tanaman terlaris di dunia yang mempunyai potensi untuk dikembangkan sebgai tanaman obat dan bahan baku industri. Ada lebih dari 200 jenis tumbuhan lidah buaya (aloe vera), tapi sebenarnya hanya lima jenis yang dipertimbangkan memiliki manfaat untuk kesehatan atau digunakan untuk produk-produk kecantikan, yakni Aloe Barbadensis Miller, Aloe Perryi Baker, Aloe Ferox, Aloe Arborescens dan Aloe Saponaria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di negara-negara Amerika, Australia, dan Eropa, saat ini Lidah Buaya juga telah dimanfaatkan sebagai bahan baku industri makanan dan minuman kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Komposisi Zat Gizi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_aWe1Uruo7Ns/SUI2a5OzUUI/AAAAAAAAASk/3QzGieVAwys/s1600-h/irisan.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 137px; height: 176px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_aWe1Uruo7Ns/SUI2a5OzUUI/AAAAAAAAASk/3QzGieVAwys/s400/irisan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5278841548899045698" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Lidah buaya mempunyai kandungan zat gizi yang diperlukan tubuh dengan cukup lengkap, yaitu vitamin A, B1, B2, B3, B12, C, E, choline, inositol dan asam folat. Kandungan mineralnya antara lain terdiri dari kalsium (Ca), magnesium (Mg), potasium (K), sodium (Na), besi (Fe), zinc (Zn) dan kromium (Cr).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa unsur vitamin dan mineral tersebut dapat berfungsi sebagai pembentuk antioksidan alami, seperti vitamin C, vitamin E, vitamin A, magnesium dan Zinc. Antioksidan ini berguna untuk mencegah penuaan dini, serangan jantung dan berbagai penyakit degeneratif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daun lidah buaya segar mengandung enzim amilase, catalase, cellulase, carboxypeptidase dan lain - lain. Selain itu, lidah buaya juga mengandung sejumlah asam amino arginin, asparagin, asam aspatat, alanin, serin, valin, glutamat, treonin, glisin, lisin, prolin, hisudin, leusin dan isoleusin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Khasiat Lidah Buaya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lidah buaya atau Aloevera adalah &lt;span class="fullpost"&gt;salah satu tanaman obat yang berkhasiat menyembuhkan berbagai penyakit. &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_aWe1Uruo7Ns/SUI24qX4OgI/AAAAAAAAASs/VM4Zyln04O0/s1600-h/getah.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 111px; height: 169px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_aWe1Uruo7Ns/SUI24qX4OgI/AAAAAAAAASs/VM4Zyln04O0/s400/getah.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5278842060306659842" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Tanaman ini sudah digunakan bangsa Samaria sekitar tahun 1875 SM. Bangsa Mesir kuno sudah mengenal khasiat lidah buaya sebagai obat sekitar tahun 1500 SM. Berkat khasiatnya, masyarakat Mesir kuno menyebutnya sebagai tanaman keabadian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang peracik obat-obatan tradisional berkebangsaan Yunani bernama Dioscordes, menyebutkan bahwa lidah buaya dapat mengobati berbagai penyakit. Misalnya bisul, kulit memar, pecah-pecah, lecet, rambut rontok, wasir, dan radang tenggorokan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam laporannya, Fujio L. Panggabean, seorang peneliti dan pemerhati tanaman obat, mengatakan bahwa keampuhan lidah buaya tak lain karena tanaman ini memiliki kandungan nutrisi yang cukup bagi tubuh manusia. Hasil penelitian lain terhadap lidah buaya menunjukkan bahwa karbohidrat merupakan komponen terbanyak setelah air, yang menyumbangkan sejumlah kalori sebagai sumber tenaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum bagian - bagian dari tanaman lidah buaya yang sering dimanfaatkan adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Daun dapat digunakan langsung, baik secara tradisional maupun dalam bentuk ekstra.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Eskudat (getah daun yang keluar bila dipotong, berasa pahit dan kental) secara tradisional biasanya digunakan langsung untuk pemeliharaan rambut, penyembuhan luka dan sebagainya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Gel (bagian berlendir yang diperoleh dengan menyayat bagian dalam daun setelah eksudat dikeluarkan), bersifat mendinginkan dan mudah rusak karena oksidasi sehingga dibutuhkan proses pengolahan lebih lanjut agar diperoleh gel yang stabil dan tahan lama. Gel lidah buaya mengandung karbohidrat tercerna, sehingga dapat digunakan sebagai minuman diet. Gel lidah buaya tersusun oleh 96 persen air dan 4 persen padatan yang terdiri dari 75 komponen senyawa berkhasiat. Khasiat hebat yang dimiliki aloe vera sangat terkait dengan 75 komponen tersebut secara sinergis.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Selain menyuburkan rambut, lidah buaya juga dikenal berkhasiat untuk mengobati sejumlah penyakit. Di antaranya diabetes melitus dan serangan jantung. Beberapa hasil penelitian menyebutkan bahwa lidah buaya berkhasiat untuk:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Memperlambat Kerja Virus HIV&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Para peneliti dari luar menemukan manfaat gel lidah buaya dapat berfungsi sebagai sistem pertahanan tubuh. Diperkirakan zat ini bisa menghambat kerja virus HIV atau menstimulasi sistem kerja kekebalan tubuh penderita AIDS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Memperbaiki Sistem Pencernaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Menurut pakar dari IPB Ir Sutrisno Koswara, mengkonsumsi lidah buaya dapat membantu memperlancar sistem pencernaan, ini disebabkan manfaat dari zat Aloemoedin dan Aloebarbadiod, senyawa yang termasuk golongan antrakuinon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Antiseptik dan Antibiotik Alami&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kandungan Saponin dalam lidah buaya mempunyai kemampuan membunuh kuman dan senyawa antrakuinon dapat menghilangkan rasa sakit dan antibiotik. Zat ini juga mampu merangsang terbentuknya sel baru pada kulit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Melindungi Kulit dari Dehidrasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kandungan Lignin di dalam gel mampu melindungi kulit dari dehidrasi dan menjaga kelembabannya. Zat inilah yang dimanfaatkan para produsen kosmetik untuk aneka produk perawatan kulit dan kecantikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Makanan Kesehatan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut seorang pengamat makanan kesehatan (suplemen), Dr. Freddy Wilmana, MFPM, Sp.FK, dari sekitar 200 jenis tanaman lidah buaya, yang baik digunakan untuk pengobatan adalah jenis Aloevera Barbadensis miller. Lidah buaya jenis ini mengandung 72 zat yang dibutuhkan oleh tubuh.&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_aWe1Uruo7Ns/SUI3xDOHrII/AAAAAAAAAS0/ZpSPqvLfcY4/s1600-h/sirup.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 155px; height: 189px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_aWe1Uruo7Ns/SUI3xDOHrII/AAAAAAAAAS0/ZpSPqvLfcY4/s400/sirup.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5278843029049289858" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara ke-72 zat yang dibutuhkan tubuh itu terdapat 18 macam asam amino, karbohidrat, lemak, air, vitamin, mineral, enzim, hormon, dan zat golongan obat. Antara lain antibiotik, antiseptik, antibakteri, antikanker, antivirus, antijamur, antiinfeksi, antiperadangan, antipembengkakan, antiparkinson, antiaterosklerosis, serta antivirus yang resisten terhadap antibiotik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengingat kandungan yang lengkap itu, lidah buaya menurut Dr. Freddy bukan cuma berguna menjaga kesehatan, tapi juga mengatasi berbagai penyakit. “Misalnya lidah buaya juga mampu menurunkan gula darah pada diabetesi yang tidak tergantung insulin. Dalam waktu sepuluh hari gula darah bisa normal,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Mengandung Antioksidan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Dr. Freddy, beberapa unsur mineral yang terkandung dalam lidah buaya juga ada yang berfungsi sebagai pembentuk antioksidan alami. Misalnya vitamin C, vitamin E, dan zinc.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bahkan hasil penelitian yang dilakukan ilmuwan asal Amerika Serikat menyebutkan bahwa dalam Aloevera barbadensis miller terdapat beberapa zat yang bisa berfungsi sebagai antioksidan,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antioksidan itu berguna untuk mencegah penuaan dini, serangan jantung, dan beberapa penyakit degeneratif. Lidah buaya bersifat merangsang pertumbuhan sel baru pada kulit. Dalam lendir lidah buaya terkandung zat lignin yang mampu menembus dan meresap ke dalam kulit. Lendir ini akan menahan hilangnya cairan tubuh dari permukaan kulit. Hasilnya, kulit tidak cepat kering dan terlihat awet muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain wasir, lidah buaya bisa mengatasi bengkak sendi pada lutut, batuk, dan luka. Lidah buaya juga membantu mengatasi sembelit atau sulit buang air besar karena lendirnya bersifat pahit dan mengandung laktasit, sehingga merupakan pencahar yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejauh ini, menurut Dr. Freddy, penelitian belum menemukan efek samping penggunaan lidah buaya. Jika ada masalah, itu hanya berupa alergi pada mereka yang belum pernah mengonsumsi lidah buaya. “Tapi, sejauh ini dari pasien saya yang mengonsumsi suplemen berbahan dasar lidah buaya, reaksi yang muncul adalah karena daya kerja obat yang melawan penyakit,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, yang perlu diingat, menurut Dr. Freddy, sifat lidah buaya hampir mirip dengan buah apel yang bila habis digigit langsung berwarna cokelat. Hal itu bisa menjadi tanda lidah buaya telah teroksidasi, sehingga beberapa zat yang dikandungnya rusak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Memang tidak semua unsurnya rusak, tapi siapa yang mau hanya mendapat ampas? Karena itu, sebaiknya segera konsumsi ramuan lidah buaya, baik yang diracik atau yang sudah diolah, agar lebih terasa manfaatnya,” lanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ramuan Lidah Buaya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Bagian Yang Dipakai&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Daun, bunga, akar, pemakaian segar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Pemakaian&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Daun.. 10 - 15 gram, bila berbentuk pil: 1,5 - 3 gram.&lt;br /&gt;Atau berupa bubuk (tepung) untuk pemakaian topikal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Pemakaian Luar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Daun dipakai untuk koreng, eczema, bisul, terbakar, tersiram air panas, sakit kepala (sebagai pilis), caries dentis (gigi berlubang), penyubur rambut.&lt;br /&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Penyubur rambut&lt;/li&gt;Daun lidah buaya segar secukupnya dibelah, diambil bagian dalam yang rupanya seperti agar-agar, digosokkan ke kulit kepala sesudah mandi sore, kemudian dibungkus dengan kain, keesokan harinya rambut dicuci. Dipakai setiap hari selama 3 bulan untuk mencapai hasil yang memuaskan.&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Luka terbakar dan tersiram air panas (yang ringan)&lt;/li&gt;Daun dicuci bersih, ambil bagian dalamnya, tempelkan pada bagian tubuh yang terkena api/air panas.&lt;li&gt;Bisul&lt;/li&gt;Daun dilumatkan ditambah sedikit garam, tempelkan pada bisulnya.&lt;li&gt;Jerawat, noda-noda hitam&lt;/li&gt;Daun lidah buaya secukupnya dikupas kulit luarnya dan daunnya, kemudian dijus. Tambahkan bubuk sambiloto dan tepung bedak beras dingin masing-masing secukupnya, aduk hingga rata lalu gunakan sebagai masker pada wajah. Diamkan selama 30 menit lalu bilas dengan air hingga bersih. Lakukan secara teratur.&lt;li&gt;Perawatan kulit berminyak bisa juga dijadikan sebagai masker wajah&lt;/li&gt;1 sendok makan masker lumpur, 1 sendok makan jus lidah buaya, 1 sendok makan tepung hazel, air secukupnya untuk membuat bahan-bahan ini jadi pasta, tambahkan 1 tetes essential tea tree oil, 1 tetes essential oil lavender, dan 1 tetes essential oil peppermint. Campurkan semua bahan, oleskan dan didiamkan selama 15 menit dan basuh dengan air hangat lalu percikkan air dingin. Jika Anda ingin cara alami perawatan kulit dengan lidah buaya untuk kulit berminyak atau mengatasi kulit bernoda, campurkan jus lidah biaya dengan air ditambah essential oil yang menenangkan dan gunakan untuk mist sepanjang hari.&lt;li&gt;Menghilangkan Garis Putih Pada Dahi&lt;/li&gt;Lidah buaya secukupnya yang telah dibersihkan duri dan kulitnya lalu dijus, tambahkan putih telur secukupnya. Setelah itu, maskerkan pada dahi yang terdapat garis-garis putih tersebut hingga kering lalu dibersihkan dengan air.&lt;br /&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Cara Pemakaian&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Kencing manis (DM)&lt;/li&gt;1 batang lidah buaya dicuci bersih, dibuang durinya, dipotong-potong seperlunya direbus dengan 3 gelas air sampai menjadi 1 1/2 gelas. Diminum sehari 3 x 1/2 gelas, sehabis makan.&lt;li&gt;Batuk rejan&lt;/li&gt;Daun sekitar 15 - 18 cm, direbus kemudian ditambah gula, minum.&lt;li&gt;Syphilis&lt;/li&gt;Bunga ditambah daging: Direbus, minum.&lt;li&gt;Cacingan, susah buang air kecil&lt;/li&gt;15 - 30 gram akar kering lidah buaya direbus, minum.&lt;li&gt;Luka terpukul, luka dalam (muntah jarah)&lt;/li&gt;10 - 15 gram bunga kering lidah buaya direbus, minum atau bunga ditim dengan arak putih, untuk pemakaian luar.&lt;li&gt;Kencing darah&lt;/li&gt;15 gram daun lidah buaya diperas, ditambah 30 gram gula, ditambah air beras secukupnya, minum.&lt;li&gt;Wasir&lt;/li&gt;1/2 batang daun lidah buaya dihilangkan duri-durinya, cuci bersih lalu diparut. Tambahkan 1/2 cangkir air matang dan 2 sendok makan madu, aduk, saring. Minum sehari 3 kali.&lt;li&gt;Sembelit&lt;/li&gt;1/2 batang daun lidah buaya dicuci dan dibuang kulit dan durinya, isinya dicincang, lalu diseduh dengan 1/2 cangkir air panas dan tambahkan 1 sendok makan madu, hangat-hangat dimakan, sehari 2 kali.&lt;li&gt;Radang tenggorokan&lt;/li&gt;1 daun lidah buaya dicuci dan dikupas. Isinya dipotong-potong atau diblender. Tambahkan 1 sendok makan madu murni. Minum 3 kali sehari.&lt;li&gt;Ambeien&lt;/li&gt;Setengah (1/2) batang daun lidah buaya dibuang durinya, dicuci, lalu diparut. Beri setengah (1/2) gelas air panas, kemudian peras. Tambahkan 2 sendok makan madu. Dalam keadaan hangat, minum 3 kali sehari.&lt;li&gt;Penurun kadar gula darah&lt;/li&gt;1 pelepah lidah buaya ukuran besar (kira-kira seukuran telapak tangan) dibersihkan dengan mengupas kulit dan durinya. Rendam sekitar 30 menit dalam air garam. Remas sebentar lalu bilas di bawah air yang mengalir (air kran). Rebus dengan 3 gelas air hingga mendidih. Dinginkan. Minum sebanyak 1/2 gelas, 2 sampai 3 kali sehari.&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Perhatian&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Wanita hamil, orang yang mengalami gangguan pada sistem pencernaan dan diare dilarang menggunakan bahan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tips Pengolahan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda akan mengolah lidah buaya, berikut tips untuk mengurangi bau langu, rasa pahit dan lendirnya:&lt;br /&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Pilih lidah buaya berdaging tebal. Kupas kulit sedikit tebal sehingga tersisa daging buah yang berwarna putih transparan. Potong menjadi bentuk yang lebih kecil. Rendam di dalam air matang yang telah ditambah dengan 0,025 % garam dan 0,025 % asam sitrat. Biarkan selama 2 jam, cuci bersih dan tiriskan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Cara lain: Setelah dikupas, cuci dan remas-remas potongan daging lidah buaya di dalam air garam. setelah lendirnya hilang, rendam dalam air kapur sirih atau tawas agar diperoleh tekstur gel yang lebih kokoh dan kenyal. Cuci bersih dan gel siap digunakan.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_aWe1Uruo7Ns/SUI4O9oPi6I/AAAAAAAAAS8/KHJXapLbQcQ/s1600-h/daun.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 155px; height: 208px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_aWe1Uruo7Ns/SUI4O9oPi6I/AAAAAAAAAS8/KHJXapLbQcQ/s400/daun.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5278843542944320418" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sources&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;- purwakarta.org&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;- lautanindonesia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;- iptek.net.id&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;- artikel&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4893775399302427728-8573181212163974128?l=tanamandanobat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanamandanobat.blogspot.com/feeds/8573181212163974128/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4893775399302427728&amp;postID=8573181212163974128' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4893775399302427728/posts/default/8573181212163974128'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4893775399302427728/posts/default/8573181212163974128'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanamandanobat.blogspot.com/2008/12/lidah-buaya.html' title='Lidah Buaya'/><author><name>Abdul Rf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07625276739284326395</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_aWe1Uruo7Ns/SMTT7qUiTOI/AAAAAAAAAFo/S-X5shbewP8/S220/Me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_aWe1Uruo7Ns/SUI0SFMxvcI/AAAAAAAAASU/98bOZQYH8BI/s72-c/lidahbuayaa.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4893775399302427728.post-3160059735548359731</id><published>2008-12-02T12:20:00.016+07:00</published><updated>2009-02-03T13:02:24.047+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='palmae'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Difteri'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Koreng'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='toga'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Luka'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kudis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sakit pinggang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pinang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='gigi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cacingan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tanaman obat keluarga'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Disentri'/><title type='text'>Pinang</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Pinang adalah sejenis palma yang tumbuh di daerah Pasifik, Asia dan Afrika bagian timur. Termasuk dalam famili Palmae (Arecaceae), pinang mempunyai nama ilmiah Areca catechu L dan sinonim A. hortensis, Lour.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_aWe1Uruo7Ns/STTJz2yl_CI/AAAAAAAAAQU/z_9h3D5Gmtc/s1600-h/Pinang.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 147px; height: 123px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_aWe1Uruo7Ns/STTJz2yl_CI/AAAAAAAAAQU/z_9h3D5Gmtc/s400/Pinang.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5275062956275924002" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Di beberapa daerah, pinang biasa disebut dengan Jambe, penang, wohan (Jawa), pineung (Aceh), pining (Batak Toba), penang (Md.), jambe (Sd., Jw.), bua, ua, wua, pua, fua, hua (aneka bahasa di Nusa Tenggara dan Maluku), pineng, pineung, pinang, batang mayang, batang bongkah, batang pinang, pining, boni (Sumatra), gahat, gehat, taan, pinang (Kalimantan), alosi, mamaan, nyangan, luhuto, luguto, puko roko, amongon (Sulawesi), bua, hui, soi, hualo, hual, soin, palm (Maluku), bua, winu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Dalam bahasa Inggris dikenal sebagai Betel palm atau Betel nut tree.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:verdana;" &gt;Manfaat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Pinang terutama ditanam untuk dimanfaatkan bijinya, yang di dunia Barat dikenal sebagai betel nut.&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_aWe1Uruo7Ns/STTPO6vwpJI/AAAAAAAAAQk/03T2gVhIuNc/s1600-h/pinangbuah.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 185px; height: 140px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_aWe1Uruo7Ns/STTPO6vwpJI/AAAAAAAAAQk/03T2gVhIuNc/s400/pinangbuah.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5275068918752388242" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Biji ini dikenal sebagai salah satu campuran orang makan sirih, selain gambir dan kapur.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Biji pinang mengandung alkaloida seperti misalnya arekaina (arecaine) dan arekolina (arecoline),&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;yang sedikit banyak bersifat racun dan adiktif, dapat merangsang otak. Sediaan simplisia biji pinang&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;di apotek biasa digunakan untuk mengobati cacingan, terutama untuk mengatasi cacing pita. Sementara&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;itu, beberapa macam pinang bijinya menimbulkan rasa pening apabila dikunyah. Zat lain yang dikandung &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;buah ini antara lain arecaidine, arecolidine, guracine (guacine), guvacoline dan beberapa unsur&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;lainnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Akar pinang jenis pinang itam, di masa lalu digunakan sebagai bahan peracun untuk menyingkirkan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;musuh atau orang yang tidak disukai. Pelepah daun yang seperti tabung (dikenal sebagai upih)&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;digunakan sebagai pembungkus kue-kue dan makanan. Umbutnya dimakan sebagai lalapan atau dibikin&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;acar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Batangnya kerap diperjual belikan, terutama di kota-kota besar di Jawa menjelang perayaan Proklamasi &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Kemerdekaan 17 Agustus, sebagai sarana untuk lomba panjat pinang. Meski kurang begitu awet, kayu&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;pinang yang tua juga dimanfaatkan untuk bahan perkakas atau pagar. Batang pinang tua yang dibelah&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;dan dibuang tengahnya digunakan untuk membuat talang atau saluran air.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Pinang juga kerap ditanam, di luar maupun di dalam ruangan, sebagai pohon hias atau ornamental.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Air rebusan dari biji pinang digunakan untuk mengatasi penyakit seperti haid dengan darah &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;berlebihan, hidung berdarah (mimisan), koreng, borok, bisul, eksim, kudis, difteri, cacingan (kremi,&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;gelang, pita, tambang), mencret dan disentri oleh masyarakat desa Semayang Kutai Kalimatan Timur.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Selain itu digunakan juga untuk mengatasi bengkak karena retensi cairan  (edema), rasa penuh di &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;dada, luka, batuk berdahak, diare, terlambat haid, keputihan, beri-beri, malaria, memeperkecil pupil&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;mata.  Biji dan kulit biji bagian dalam dapat juga digunakan untuk menguatkan gigi goyah,&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;bersama-sama dengan sirih. Air rendaman biji pinang muda digunakan untuk obat sakit mata oleh suku &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Dayak Kendayan, di kecamatan Air Besar Kalimantan Barat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_aWe1Uruo7Ns/STTQQ7-wf_I/AAAAAAAAAQs/OKzqLRjDHfg/s1600-h/PinangMuda.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 180px; height: 242px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_aWe1Uruo7Ns/STTQQ7-wf_I/AAAAAAAAAQs/OKzqLRjDHfg/s400/PinangMuda.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5275070052955095026" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Sementara bagi masyarakat Papua umumnya, pinang muda digunakan  bersama dengan buah sirih untuk&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;menguatkan gigi. Selain sebagai obat penguat gigi,  masyarakat  pesisir pantai desa Assai dan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Yoon-noni, yang didiami oleh suku Menyah, Arfak, Biak dan Serui (Papua), biji  pinang muda digunakan&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;sebagai obat untuk mengecilkan rahim setelah melahirkan oleh kaum wanita dengan cara memasak buah &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;pinang muda tersebut dan airnya diminum selama satu minggu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Umbut pinang muda digunakan untuk mengobati patah tulang, dan sakit pinggang (salah urat). Selain&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;itu umbut dapat juga  dimakan  sebagai lalab atau acar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Daun pinang berguna untuk mengatasi masalah tidak nafsu makan, dan sakit pinggang. Selain sebagai &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;obat, pelepah daun digunakan untuk pembungkus makanan dan bahan campuran untuk topi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Sabut pinang rasanya hangat dan pahit, digunakan untuk gangguan pencernaan, sembelit dan edema.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Biji pinang rasanya pahit, pedas dan hangat serta mengandung 0,3 - 0,6%, alkaloid, seperti arekolin &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;(C8H13NO2), arekolidine, arekain, guvakolin, guvasine dan isoguvasine. Selain itu juga mengandung&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;red tannin 15%, lemak 14% (palmitic, oleic, stearic, caproic, caprylic, lauric, myristic acid),&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;kanji dan resin. Biji segar mengandung kira-kira 50% lebih banyak alkaloid dibandingkan biji yang&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;telah mengalami perlakuan. Arekolin selain berfungsi sebagai obat cacing juga sebagai penenang, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;sehingga bersifat memabukkan bagi penggunanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Mengingat kandungan kimia tanaman pinang yakni alkaloid arekolin mengandung racun dan penenang &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;sehingga tidak dianjurkan untuk pemakaian dalam jumlah besar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Biji ini juga dimanfaatkan sebagai penghasil zat pewarna merah dan bahan penyamak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Ada beberapa resep yang menggunakan pinang sebagai salah satu bahannya, diantaranya:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;BAGIAN YANG DIPAKAI: Biji, daun, sabut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;KEGUNAAN:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Biji (Binglang):&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;- Cacingan: taeniasis, fasciolopsiasis.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;- Perut kembung akibat gangguan pencernaan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;- Bengkak karena retensi cairan (edema).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;- Rasa penuh di dada.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;- Luka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;- Batuk berdahak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;- Diare.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;- Terlambat haid, Keputihan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;- Beri-beri, edema. Malaria.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;- Memperkecil pupil mata (miosis) pada glaucoma.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Daun:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;- Tidak napsu makan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;- Sakit pinggang (lumbago).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Sabut:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;- Gangguan pencernaan (dyspepsia).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;- Sembelit.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;- Edema dan beri-beri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;PEMAKAIAN:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Untuk minum: 5-10 g biji kering atau 5-10 g sabut, rebus.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Pemakaian luar : Biji secukupnya direbus, airnya untuk mencuci luka dan infeksi kulit lainnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;CARA PEMAKAIAN:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;1. Cacingan:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;   30 g serbuk biji pinang direbus dengan 2 gelas air, didihkan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; perlahan-lahan selama 1 jam. Setelah dingin disaring, minum&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; sekaligus sebelum makan pagi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;2. Luka: Biji ditumbuk halus, untuk dipakai pada luka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;3. Kudis:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;   Biji pinang digiling halus, tambahkan sedikit air kapur sirih sampai&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; menjadi adonan seperti bubur. Dipakai untuk memoles bagian tubuh&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; yang kudis.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;4. Koreng:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;   Pinang, gambir, kapur sirih masing-masing sebesar telur cecak,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; tembakau sebesar ibu jari dan 1 lembar daun sirih segar.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; Bahan-bahan tersebut dicampur lalu digiling halus. Lumurkan pada&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; koreng yang telah dibersihkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;5. Disentri:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;   Buah pinang yang warnanya kuning muda dicuci lalu direndam dalam&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; 1 gelas air selama beberapa jam. Minum air rendaman pinang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;6. Membersihkan dan memperkuat gigi dan gusi:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;   Biji pinang diiris tipis-tipis. Kunyah setiap hari selama beberapa&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; menit, lalu ampasnya dibuang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;7. Sakit pinggang:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;   Daun secukupnya dicuci bersih, lalu digiling halus. Tambahkan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; minyak kelapa secukupnya, panaskan sebentar di atas api. Hangat-&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;hangat dipakai untuk mengompres bagian pinggang yang sakit.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;8. Difteri:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;   1 butir biji pinang kering digiling halus, seduh dengan 3/4 cangkir&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; air panas dan 1 sendok makan madu. Setelah dingin dipakai untuk&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; kumur-kumur di tenggorokan selama 2-3 menit, lalu dibuang.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; Lakukan 3 kali sehari.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Efek samping:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Senyawa alkaloid yang dikandung pada buah cukup berbahaya untuk sistem syaraf. Yang umum terjadi &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;adalah mual dan muntah (20-30%), sakit perut, pening dan nervous. Untuk mengurangi kejadian muntah,&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;minumlah rebusan obat setelah dingin. Efek samping yang jarang terjadi adalah luka pada lambung yang&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;disertai muntah darah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Tanda-tanda kelebihan dosis: Banyak keluar air liur (qalivation), muntah, mengantuk dan seizure.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Pengobalan: Cuci lambung dengan larutan potassium permanganate dan injeksi atropine. Untuk &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;mengurangi efek racunnya, pemakaian biji pinang sebaiknya yang telah dikeringkan, atau lebih baik&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;lagi bila biji pinang kering direbus dahulu sebelum diminum. Kebiasaan mengunyah biji pinang, dapat&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;meningkatkan kejadian kanker-mukosa pipi (buccal cancer).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Selain yang tersebut diatas, pinang bisa juga untuk memutihkan kembali gigi yang kekuning-kuningan, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;caranya : ambil beberapa buah pinang, kemudian bakar hingga buah pinang menjadi arang. Lalu tumbuk&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;sampai halus, kemudian gunakan bubuk buah pinang tadi untuk menggosok gigi anda yang telah berwarna&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;kuning kehitam-hitaman. Lakukan dengan rutin sampai gigi anda kembali putih.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:verdana;" &gt;Efek Samping&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Pemanfaatan biji pinang (Areca catecu), yang secara tradisional telah digunakan secara luas sejak&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;ratusan tahun lalu, juga memiliki potensi bahaya bagi tubuh. Penggunaan paling populer adalah&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;kegiatan menyirih dengan bahan campuran biji pinang, daun sirih, dan kapur. Ada juga yang&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;mencampurnya dengan tembakau. Diperkirakan, populasi pengguna biji pinang secara berkala dalam&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;berbagai bentuk sediaan mencapai sekitar 500 juta orang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Biji pinang mengandung arekolin, senyawa alkaloid aktif, yang bila digunakan berlebihan justru &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;membahayakan kesehatan. Senyawa ini sangat potensial sehingga harus digunakan dalam jumlah kecil.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Sebanyak 2 mg arekolin murni sudah dapat menimbulkan efek stimulan yang kuat, sehingga dosis yang &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;dianjurkan tidak melebihi 5 mg untuk sekali pakai. Penggunaan serbuk biji sebaiknya tidak lebih dari&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;4 g. Jika digunakan pada dosis 8 g, akan segera berakibat fatal.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Arekolin bersifat sebagai sitotoksik dan sistatik kuat. Secara in vitro (dalam tabung reaksi), &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;penggunaan arekolin dengan konsentrasi 0,042 mM (milimol) mengakibatkan penurunan daya hidup sel&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;serta penurunan kecepatan sintesis DNA dan protein. Arekolin juga menyebabkan terjadinya kegagalan&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;glutationa, yaitu sejenis enzim yang berfungsi melindungi sel dari efek merugikan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Biji pinang juga mengandung senyawa golongan fenolik dalam jumlah relatif tinggi. Selama proses &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;pengunyahan biji pinang di mulut, spesies oksigen reaktif (radikal bebas) akan terbentuk dari&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;senyawa fenolik itu. Adanya kapur sirih yang menciptakan kondisi pH alkali akan lebih merangsang&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;pembentukan oksigen reaktif itu. Oksigen reaktif inilah salah satu penyebab terjadinya kerusakan DNA&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;atau genetik sel epitelial dalam mulut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Kerusakan dapat berkembang menjadi fibrosis submukosa, yaitu salah satu jenis kanker mulut, yang &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;telah menjangkiti sekitar 0,5% pengguna biji pinang. Selain berakibat jelek terhadap mulut, tanin&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;biji pinang juga dapat menimbulkan luka pada mulut dan usus, yang jika dibiarkan dapat berakhir pada&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;munculnya kanker.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Kandungan berbahaya lain pada biji pinang adalah senyawa turunan nitroso, yaitu N-nitrosoguvakolina, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;N-nitrosoguvasina, 3-(N-nitrosometilamino) propionaldehida dan 3-(N-nitrosometilamino)&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;propionitrile. Keempat turunan nitroso ini merupakan senyawa bersifat sitotoksik (meracuni sel) dan&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;genotoksik (meracuni gen) pada sel epithelial buccal, dan juga dapat menyebabkan terjadinya tumor&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;pada pankreas, paru-paru, hidung, dan hati. Pada hewan percobaan, senyawa nitroso biji pinang juga &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;terbukti dapat menyebabkan efek diabetogenik atau pemunculan diabetes secara spontan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Para penderita asma juga harus ekstrahati-hati terhadap biji pinang. Ia dapat menimbulkan efek&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;kontraksi pada saluran pernapasan, yang berasosiasi dengan kambuhnya serangan asma. Inhalat dua&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;jenis alkaloid dari biji pinang yaitu arekolin (5,2 mg/ml) dan metakolin (1,6 mg/ml) dapat&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;menyebabkan kontraksi saluran pernapasan, yang ditandai berkurangnya volume pengeluaran udara dari&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;saluran pernapasan sebesar 20% pada penderita asma. Bahkan, ada beberapa pasien asma yang mengalami &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;penurunan volume pengeluaran udara sebesar 30%, 150 menit setelah mengunyah biji pinang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Penggunaan biji pinang dalam waktu bersamaan dengan obat sintetis yang mengandung flupentiksol, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;prosiklidina, flufenazina, prednison, dan salbutamol, dapat menimbulkan efek jaw tremor. Selain itu&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;dapat juga mengakibatkan terjadinya kekakuan, akithesia, serangan asma, dan bradikinesia, yaitu&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;produksi bradikinin yang berlebihan sehingga menimbulkan alergi (kulit bentol-bentol dan gatal).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_aWe1Uruo7Ns/STTSA697YlI/AAAAAAAAAQ0/GPpwjfH92a0/s1600-h/KebunPinang.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_aWe1Uruo7Ns/STTSA697YlI/AAAAAAAAAQ0/GPpwjfH92a0/s400/KebunPinang.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5275071976828527186" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;font-family:verdana;" &gt;Sumber :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;1. iptek.net.id&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;2. wikipedia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;3. litbang.deptan.go.id&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;4. perempuan.com&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;5. Andria Agusta, Lab. Fitokimia, Puslitbang Biologi-LIPI, Bogor (intisari)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;6. Artikel&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4893775399302427728-3160059735548359731?l=tanamandanobat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanamandanobat.blogspot.com/feeds/3160059735548359731/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4893775399302427728&amp;postID=3160059735548359731' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4893775399302427728/posts/default/3160059735548359731'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4893775399302427728/posts/default/3160059735548359731'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanamandanobat.blogspot.com/2008/12/pinang.html' title='Pinang'/><author><name>Abdul Rf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07625276739284326395</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_aWe1Uruo7Ns/SMTT7qUiTOI/AAAAAAAAAFo/S-X5shbewP8/S220/Me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_aWe1Uruo7Ns/STTJz2yl_CI/AAAAAAAAAQU/z_9h3D5Gmtc/s72-c/Pinang.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4893775399302427728.post-6584882162001465827</id><published>2008-11-28T09:33:00.010+07:00</published><updated>2009-02-03T12:18:24.309+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Batuk'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Memperlancar Haid'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Radang Lambung'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Diare'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kencur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tanaman obat keluarga'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mata'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rimpang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='toga'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Influenza'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sakit Kepala'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Keseleo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='darah kotor'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Zingiberaceae'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='masuk angin'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Radang Anak Telinga'/><title type='text'>Kencur</title><content type='html'>&lt;div  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kencur (Kaempferia galanga L.) adalah salah satu jenis empon-empon/tanaman obat yang tergolong dalam suku temu-temuan (Zingiberaceae). Rimpang atau rizoma tanaman ini mengandung minyak atsiri dan alkaloid yang dimanfaatkan sebagai stimulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_aWe1Uruo7Ns/SS9bIv1CA8I/AAAAAAAAAPs/Z0JEiteQVZI/s1600-h/3kencur.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 136px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_aWe1Uruo7Ns/SS9bIv1CA8I/AAAAAAAAAPs/Z0JEiteQVZI/s400/3kencur.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5273533894510117826" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kencur merupakan temu kecil yang tumbuh subur di daerah dataran rendah atau pegunungan yang tanahnya gembur dan tidak terlalu banyak air. Jumlah helaian daun kencur tidak lebih dari 2-3 lembar dengan susunan berhadapan. Bunganya tersusun setengah duduk dengan mahkota bunga berjumlah antara 4 sampai 12 buah, bibir bunga berwara lembayung dengan warna putih lebih dominan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tumbuhan ini tumbuh baik pada musim penghujan. Kencur dapat ditanam dalam pot atau di kebun yang cukup sinar matahari, tidak terlalu basah dan di tempat terbuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Komposisi&lt;/span&gt; kimia rimpang:&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_aWe1Uruo7Ns/SS9bY_jzwuI/AAAAAAAAAP0/R53dX-ooT0I/s1600-h/belah_kencur.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 163px; height: 128px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_aWe1Uruo7Ns/SS9bY_jzwuI/AAAAAAAAAP0/R53dX-ooT0I/s400/belah_kencur.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5273534173610754786" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;pati (4,14 %),&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;mineral (13,73 %),&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;minyak atsiri (0,02 %), berupa&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;ul  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;sineol,&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;asam metil kanil dan penta dekaan,&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;asam sinamat,&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;etil ester,&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;borneol,&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;kamphene,&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;paraeumarin,&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;asam anisat,&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;alkaloid dan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;gom.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Nama lain&lt;/span&gt; kencur adalah cekur (Malaysia) dan pro hom (Thailand). Dalam pustaka internasional (bahasa Inggris) kerap terjadi kekacauan dengan menyebut kencur sebagai lesser galangal (Alpinia officinarum) maupun zedoary (temu putih), yang sebetulnya spesies yang berbeda dan bukan merupakan rempah pengganti. Di beberapa wilayah di Indonesia, Kencur (nama bahasa Jawa dan bahasa Indonesia) dikenal dengan nama yang berbeda-beda: cikur (bahasa Sunda), ceuko (bahasa Aceh); kencor (Madura), cekuh (bahasa Bali), kencur, sukung (bahasa Melayu Manado), asauli, sauleh, soul, umpa (bahasa-bahasa di Maluku), serta cekir (Sumba).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Manfaat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai resep masakan tradisional Indonesia dan jamu menggunakan kencur sebagai&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_aWe1Uruo7Ns/SS9dLQKXZ1I/AAAAAAAAAP8/VdDXrsUOvfY/s1600-h/beras_kencur.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 115px; height: 153px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_aWe1Uruo7Ns/SS9dLQKXZ1I/AAAAAAAAAP8/VdDXrsUOvfY/s400/beras_kencur.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5273536136572528466" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; komponennya. Kencur dipakai orang sebagai tonikum dengan khasiat menambah nafsu makan sehingga sering diberikan kepada anak-anak. Jamu beras kencur sangat populer sebagai minuman penyegar pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan analisis laboratorium, minyak atsiri &lt;span class="fullpost"&gt;dalam rimpang kencur mengandung kurang lebih 23 macam senyawa. Tujuh belas di antaranya mengandung senyawa aromatic, monoterpena, dan seskuiterpena. Nah, yang disebut terakhir ini punya efek mengurangi dan menghilangkan rasa nyeri (daya analgesic). Kencur juga bersifat stimulant, sehingga bisa sebagai penambah tenaga. Selain itu juga bersifat karminatif atau meluruhkan angina, jadi menghilangkan kembung di perut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Cina, kencur digunakan untuk obat berbagai penyakit, selain sakit gigi juga memar, nyeri dada, sakit kepala, dan sembelit. Kabarnya, kencur juga bisa untuk mengobati tetanus, radang lambung, muntah-muntah, panas dalam, serta keracunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara garis besar khasiat tanaman kencur adalah :&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_aWe1Uruo7Ns/SS9d_hUqxBI/AAAAAAAAAQE/7AsvsIyBvts/s1600-h/beras_kencur.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 153px; height: 210px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_aWe1Uruo7Ns/SS9d_hUqxBI/AAAAAAAAAQE/7AsvsIyBvts/s400/beras_kencur.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5273537034532340754" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;1. Expentorasia&lt;br /&gt;yaitu untuk menyembuhkan batuk dengan cara mengencerkan dahak serta memudahkan keluarnya dahak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Dinretioca&lt;br /&gt;yaitu untuk memperlancar proses pengeluaran urine (air kencing).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Carminativa&lt;br /&gt;yaitu untuk membantu proses pengeluaran angin dari dalam perut akibat perut kembung/masuk angin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Stimulansia&lt;br /&gt;yaitu untuk membangkitkan atau memberikan rangsangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Protection&lt;br /&gt;yaitu untuk memberikan perlindungan pada pakaian atau buku dari gangguan serangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini adalah cara pemanfaatan kencur berdasarkan penyakit yang dapat diatasinya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_aWe1Uruo7Ns/SS9eiiDnzOI/AAAAAAAAAQM/Pvtl6m0CHrs/s1600-h/jamu-boreh.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 195px; height: 206px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_aWe1Uruo7Ns/SS9eiiDnzOI/AAAAAAAAAQM/Pvtl6m0CHrs/s400/jamu-boreh.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5273537636024700130" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;1. Influenza pada Bayi&lt;br /&gt;Bahan: 1 rimpang kencur sebesar ibu jari dan dua lembar daun kemukus (lada berekor/cubeb). Cara membuat: kedua bahan tersebut ditumbuk halus, kemudian ditambah beberapa sendok air hangat. Cara menggunakan: dioleskan/dibobokkan diseputar hidung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Sakit Kepala&lt;br /&gt;Bahan: 2-3 lembar daun kencur. Cara Membuat: daun kencur ditumbuk sampai halus. Cara menggunakannya: dioleskan (sebagai kompres/pilis) pada dahi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Keseleo&lt;br /&gt;Bahan: 1 potong rimpang kencur dan beras yang sudah direndam air. Cara membuat: kedua bahan tersebut ditumbuk halus dan diberi air secukupnya. Cara menggunakan: dioleskan/digosokkan pada bagian yang keseleo sebagai bedak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Menghilangkan lelah&lt;br /&gt;Bahan: 1 rimpang besar kencur, 2 sendok beras digoreng tanpa minyak (sangan) dan 1 biji cabai merah. Cara membuat: semua bahan tersebut direbus bersama dengan 2 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas, kemudian disaring. Cara menggunakan: diminum sekaligus dan diulangi sampai sembuh. Untuk pria dapat ditambah dengan 1 potong lengkuas dan tepung lada secukupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Radang Lambung&lt;br /&gt;Bahan: 2 rimpang kencur sebesar ibu jari. Cara membuat: kencur dikuliti sampai bersih dan dikunyah. Cara menggunakan: ditelan airnya, ampasnya dibuang, kemudian minum 1 gelas air putih, dan diulangi sampai sembuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Batuk&lt;br /&gt;a. Bahan: 1 rimpang kencur sebesar ibu jari dan garam secukupnya. Cara membuat: kencur diparut, kemudia ditambah 1 cangkir air hangat, diperas dan disaring. Cari menggunakan: diminum dengan ditambah garam secukupnya.&lt;br /&gt;b. Bahan: 1 rimpang kencur sebesar ibu jari. Cara membuat: kencur dikuliti sampai bersih dan dikunyah. Cara menggunakan: airnya ditelan, ampasnya dibuang. Dilakukan setiap pagi secara rutin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Memperlancar Haid&lt;br /&gt;Bahan: 2 rimpang kencur sebesar ibu jari, 1 lembar daun trengguli, 1 biji buah cengkeh tua, adas pulawaras secukupnya. Cara membuat: kencur dicincang, kemudian dicampur dengan bahan lain dan direbus bersama dengan 3 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 2 gelas, kemudian disaring. Cara menggunakan: diminum sekali sehari 2 cangkir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Radang Anak Telinga&lt;br /&gt;Bahan: 2 rimpang kencur sebesar ibu jari dan setengah biji buah pala. Cara Membuat: kedua bahan tersebut ditumbuk halus dan diberi 2 sendok hangat. Cara menggunakan: dioleskan/dibobokkan di seputar hidung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Menghilangkan darah kotor&lt;br /&gt;Bahan: 4 rimpang kencur sebesar ibu jari, 2 lembar daun trengguli, 2 biji cengkeh kering, adas pulawaras secukupnya. Cara membuat: semua bahan tersebut direbus bersama 1 liter air sampai mendidih kemudian disaring. Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari secara teratur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Mata Pegal&lt;br /&gt;Bahan: 1 potong rimpang kencur. Cara membuat: kencur dibelah menjadi 2 bagian. Cara menggunakan: permukaan yang masih basah dipakai untuk menggoasaok pelupuk mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Diare&lt;br /&gt;a. Bahan: 2 rimpang kencur sebesar ibu jari. Cara membuat: kencur diparut, kemudian ditambah 1 cangkir air hangat, diperas dan disaring. Cara menggunakan: dioleskan pada perut sebagai bedak.&lt;br /&gt;b. Bahan: 2 rimpang kencur sebesar ibu jari dan garam secukupnya. Cara membuat: kencur diparut, kemudian ditambah garam secukupnya. Cara menggunakan: dioleskan pada perut sebagai bedak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Masuk Angin&lt;br /&gt;Bahan: 1 rimpang kencur sebesar ibu jari dan garam secukupnya. Cara membuatnya: kencur dikuliti bersih. Cara menggunakannya: kencur dimakandengan garam secukupnya, kemudian minum 1 gelas air putih. Dapat dilakukan 2 kali sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sumber : Artikel&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4893775399302427728-6584882162001465827?l=tanamandanobat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanamandanobat.blogspot.com/feeds/6584882162001465827/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4893775399302427728&amp;postID=6584882162001465827' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4893775399302427728/posts/default/6584882162001465827'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4893775399302427728/posts/default/6584882162001465827'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanamandanobat.blogspot.com/2008/11/jahe_28.html' title='Kencur'/><author><name>Abdul Rf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07625276739284326395</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_aWe1Uruo7Ns/SMTT7qUiTOI/AAAAAAAAAFo/S-X5shbewP8/S220/Me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_aWe1Uruo7Ns/SS9bIv1CA8I/AAAAAAAAAPs/Z0JEiteQVZI/s72-c/3kencur.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4893775399302427728.post-4490765982048616026</id><published>2008-11-24T15:10:00.011+07:00</published><updated>2009-02-03T12:19:13.031+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kolesterol'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='toga'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jahe'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Influenza'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ejakulasi prematur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Zingiberaceae'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tanaman obat keluarga'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='masuk angin'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='temu-temuan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='manfaat jahe'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rimpang'/><title type='text'>Jahe</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_aWe1Uruo7Ns/SSp1JkWbxEI/AAAAAAAAAPE/1jgHaJG-0Jc/s1600-h/jahe.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 121px; height: 121px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_aWe1Uruo7Ns/SSp1JkWbxEI/AAAAAAAAAPE/1jgHaJG-0Jc/s400/jahe.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5272155121027630146" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Jahe (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Zingiber officinale&lt;/span&gt;), adalah tanaman rimpang yang sangat populer sebagai rempah-rempah dan bahan obat. Rimpangnya berbentuk jemari yang menggembung di ruas-ruas tengah. Rasa dominan pedas disebabkan senyawa &lt;span style="font-style: italic;"&gt;keton&lt;/span&gt; bernama &lt;span style="font-style: italic;"&gt;zingeron&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Jahe termasuk suku &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Zingiberaceae&lt;/span&gt; (temu-temuan). Nama ilmiah jahe diberikan oleh William Roxburgh dari kata Yunani &lt;span style="font-style: italic;"&gt;zingiberi&lt;/span&gt;, dari bahasa Sansekerta, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;singaberi&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sejarah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jahe diperkirakan berasal dari India. Namun ada pula yang mempercayai jahe berasal dari Repub&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_aWe1Uruo7Ns/SSp18k-xp3I/AAAAAAAAAPM/zbBv7cc6Mv4/s1600-h/jahe-fadlol.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 168px; height: 125px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_aWe1Uruo7Ns/SSp18k-xp3I/AAAAAAAAAPM/zbBv7cc6Mv4/s400/jahe-fadlol.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5272155997370165106" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;lik Rakyat Cina Selatan. Dari India, jahe dibawa sebagai rempah perdagangan hingga Asia Tenggara, Tiongkok, Jepang, hingga Timur Tengah. Kemudian pada zaman kolonialisme, jahe yang bisa memberikan rasa hangat dan pedas pada makanan segera menjadi komoditas yang populer di Eropa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena jahe hanya bisa bertahan hidup di daerah tropis, penanamannya hanya bisa dilakukan di daerah katulistiwa seperi Asia Tenggara, Brasil, dan Afrika. Saat ini Equador dan Brasil menjadi pemasok jahe terbesar di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Manfaat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_aWe1Uruo7Ns/SSp3QwW5fiI/AAAAAAAAAPU/yGrHumE5WFY/s1600-h/Bale2WedangRonde.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 117px; height: 118px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_aWe1Uruo7Ns/SSp3QwW5fiI/AAAAAAAAAPU/yGrHumE5WFY/s400/Bale2WedangRonde.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5272157443533143586" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Di balik rasanya yang pedas, jahe mengandung zat-zat yang berguna bagi tubuh manusia. Tak heran bila sejak lama dikenal ada wedang (minuman) jahe, permen jahe, atau bandrek (minuman yang mengandung jahe). Jahe juga banyak digunakan sebagai bumbu untuk berbagai jenis masakan atau kue.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manfaat jahe, berdasar sejumlah penelitian, antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merangsang pelepasan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;hormon adrenalin&lt;/span&gt;, memperlebar pembuluh darah, sehingga darah mengalir lebih cepat dan lancar. Tubuh pun menjadi lebih hangat, kerja jantung memompa darah lebih ringan. Akibatnya, tekanan darah menjadi turun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jahe mengandung dua enzim pencernaan yang penting. Pertama, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;protease&lt;/span&gt; yang berfungsi memecah protein. Kedua, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;lipase&lt;/span&gt; yang berfungsi memecah lemak. Kedua enzim ini membantu tubuh mencerna dan menyerap makanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jahe sekurangnya mengandung 19 komponen bio-aktif yang berguna bagi tubuh. Komponen yang paling utama adalah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;gingerol&lt;/span&gt; yang bersifat antikoagulan, yaitu mencegah penggumpalan darah. Jadi mencegah tersumbatnya pembuluh darah, penyebab utama stroke, dan serangan jantung. Gingerol diperkirakan juga membantu menurunkan kadar kolesterol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memblok &lt;span style="font-style: italic;"&gt;serotonin&lt;/span&gt;, yaitu senyawa kimia pembawa pesan. Senyawa ini menyebabkan perut berkontraksi, sehigga timbul rasa mual. Misalnya pada orang yang mengalami mabuk perjalanan. Jadi, untuk mencegah mabuk perjalanan, ada baiknya minum wedang jahe sebelum bepergian. Caranya: pukul-pukul jahe segar sepanjang 1 ruas jari, masukkan dalam satu gelas air panas. Beri madu secukupnya, lalu minum. Bisa juga menggunakan sepertiga sendok teh jahe bubuk, atau kalau tahan, makan dua kerat jahe mentah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membuat lambung menjadi nyaman, dan membantu  mengeluarkan angin. Bisa meringankan kram perut saat menstruasi atau kram akibat terlalu banyak mengkonsumsi makanan berlemak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_aWe1Uruo7Ns/SSp3wVrhwvI/AAAAAAAAAPk/Yjp0ew7Gkn4/s1600-h/wedangjahe_content.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 131px; height: 147px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_aWe1Uruo7Ns/SSp3wVrhwvI/AAAAAAAAAPk/Yjp0ew7Gkn4/s400/wedangjahe_content.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5272157986127725298" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Membantu tubuh melawan pilek dan flu. Jahe mengandung antioksidan yang membantu menetralkan efek merusak yang disebabkan oleh radikal bebas di dalam tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jahe merupakan pereda rasa sakit yang alami dan dapat meredakan nyeri rematik, sakit kepala, dan migren. Caranya, minum wedang jahe 3 kali sehari. Bisa juga minum wedang ronde, mengulum permen jahe, atau menambahkan jahe saat Anda membuat soto, semur, atau rendang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jahe Merah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa proses kimiawi, tanaman ini sendiri sudah kaya dengan kandungan kimia, antara lain &lt;span style="font-style: italic;"&gt;gingerol&lt;/span&gt; dan minyak terbang, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;limonene, 1,8 cineole, l0 dehydrogingerdione, 6-gingerdione, arginine, alpha linolenic acid, aspartic, betha-sitosterol, caprylic acid, capsaicin, chlorogenic acid, farnesal, farnesene,&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;farnesol&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_aWe1Uruo7Ns/SSp3wG-BFWI/AAAAAAAAAPc/cDmzSt7WW1Q/s1600-h/jahewedang.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 111px; height: 148px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_aWe1Uruo7Ns/SSp3wG-BFWI/AAAAAAAAAPc/cDmzSt7WW1Q/s400/jahewedang.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5272157982178743650" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Unsur &lt;span style="font-style: italic;"&gt;1,8 cineole&lt;/span&gt; pada jahe merah membuatnya mampu mengatasi ejakulasi prematur, sementara &lt;span style="font-style: italic;"&gt;anestetik antikholinesterase&lt;/span&gt; mampu merangsang aktivitas saraf pusat dan merangsang ereksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jahe juga mampu mencegah kemandulan dan memperkuat daya tahan sperma. Unsur &lt;span style="font-style: italic;"&gt;farnesal &lt;/span&gt;yang terkandung dalam tanaman ini juga mampu mencegah proses penuaan karena merangsang regenerasi sel kulit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengobati batuk kering yang tak kunjung sembuh, Anda hanya perlu mengunyah jahe ini dan menelan airnya. Sementara untuk luka lecet, dapat disembuhkan dengan cara menempelkan tumbukan jahe ke luka tersebut. Hal sama bisa dilakukan untuk jenis luka terkena tikaman, luka terkena duri dan gatal-gatal. Khusus untuk luka bekas gigitan ular, tumbukan jahe tersebut perlu dibubuhi garam sedikit dan selanjutnya diletakkan di luka tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara untuk mendapatkan efek bugar atau obat kuat bisa diperoleh dengan cara meminum air rebusan jahe. Sedangkan untuk menambah gairah seksual, Anda dapat mencampur jahe dengan lengkuas, mengkudu, lada, telur ayam kampung dan garam dapur. Menurut informasi yang dilansir dari mahkotadewa.com, pembuatan ramuan dilakukan dengan cara menumbuk halus lengkuas, jahe dan lada. Kemudian air buah mengkudu ditambahkan beserta air rebusan. Setelah itu, campuran ini disaring hingga menjadi satu gelas air ramuan, bubuhi garam dan aduk rata. Air dalam gelas ini selanjutnya dibagi menjadi dua bagian dan masing-masing ditambah satu kuning telur ayam kampung, diaduk rata dan siap dikonsumsi oleh suami dan istri yang memerlukannya. Bisa juga ditambahkan satu sendok makan madu untuk masing-masing ramuan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyakit lain yang bisa disembuhkan dengan campuran jahe merah adalah kolera. Seperti halnya ramuan untuk penambah gairah seksual, ramuan untuk kolera perlu dicampur dengan bahan lain. Selain jahe merah, ramuan untuk kolera perlu ditambah bawang merah, akar lempuyang, biji kedawung, kulit manis, cuka jawa, tawas, garam dapur, teh, gula halus, minyak poko, dan kayu putih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Caranya, bawang merah, akar lempuyang, biji kedawung, jahe merah dan kulit manis direbus dengan 1,5 liter air hingga air tersisa separuh. Kemudian dibubuhi cuka jawa, tawas, garam dapur dan teh. Selanjutnya, air ramuan tersebut disaring dan ditambah gula halus beserta minyak poko dan kayu putih. Sebelum diminum, ramuan ini sebaiknya dikocok dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sources : artikel&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4893775399302427728-4490765982048616026?l=tanamandanobat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanamandanobat.blogspot.com/feeds/4490765982048616026/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4893775399302427728&amp;postID=4490765982048616026' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4893775399302427728/posts/default/4490765982048616026'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4893775399302427728/posts/default/4490765982048616026'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanamandanobat.blogspot.com/2008/11/jahe.html' title='Jahe'/><author><name>Abdul Rf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07625276739284326395</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_aWe1Uruo7Ns/SMTT7qUiTOI/AAAAAAAAAFo/S-X5shbewP8/S220/Me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_aWe1Uruo7Ns/SSp1JkWbxEI/AAAAAAAAAPE/1jgHaJG-0Jc/s72-c/jahe.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
